top of page

The Two Popes, Dua Paus dalam Sejarah Kelam

Kisah dua paus yang punya jejak masa lalu getir. Sarat konflik batin dalam rezim diktator Jorge Videla dan Adolf Hitler.

loading_historia_white.gif
transparant.png

The Two Popes. (Netflix, 2019).

21 Sep 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 16 Apr

USAI menggelar sebuah kebaktian umum di Buenos Aires pada suatu hari di bulan April 2005, Kardinal Jorge Mario Bergoglio (diperankan Jonathan Pryce) mendapat kabar Paus Yohanes Paulus II wafat. Ia pun bergegas menuju Vatikan untuk bergabung dengan 116 kardinal lain menghadiri Konklaf atau pemilihan paus baru di Kapel Sistina di Vatikan.


Bergoglio bersama Kardinal Joseph Ratzinger (Anthony Hopkins) dari Jerman jadi kandidat terkuat. Keduanya seolah jadi “pertarungan” gereja Katolik yang reformis dan konservatif. Saking sengitnya, pengambilan suara sampai harus dilakoni empat kali lantaran seorang kardinal baru bisa diputuskan menjadi paus jika mendapat sedikitnya 77 suara dari total 117 pemilih.


Kardinal Ratzinger akhirnya terpilih menjadi paus baru. “Hebemus Papam (Kita memiliki Paus)!” demikian pengumuman yang diterima ribuan umat Katolik yang menanti kabar di Lapangan Santo Peter usai melihat cerobong di atap Kapel Sistina mengeluarkan asap putih pertanda paus baru telah terpilih. Ratzinger kemudian keluar balkon dan menyapa umatnya sebagai paus baru dengan mengambil nama Benediktus XVI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page