top of page

Tiba di Banda, Bung Hatta Tempati Rumah Hantu

Kisah kecil Bung Hatta pada hari-hari pertama masa pembuangannya di Banda. Sempat dikira orang sakti penghalau hantu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kamar Bung Hatta di rumah pengasingan di Banda. (Heru Suwiknyo).

3 Okt 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 6 Nov 2025

GEMALA Rabiah Hatta, putri kedua Bung Hatta mengisahkan kembali pengalaman ayahnya saat dibuang ke Pulau Banda, Maluku pada 1936. Bung Hatta yang saat itu baru saja tiba dari Boven Digul, pembuangan sebelumnya, harus segera menemukan rumah untuk tempat tinggal barunya di Banda. Hari semakin sore, rumah tak kunjung didapat. Sampai kemudian dia temukan sebuah rumah tak berpenghuni.


“Tapi penduduk bilang kepada Bung Hatta kalau rumah itu ada hantunya, makanya nggak ada orang berani tinggal di situ,” ujar Gemala menuturkan kembali kisah ayahnya dalam seminar “Banda Dulu, Kini dan Esok” di Galeri Nasional, Selasa, 3 Oktober 2017.


Bung Hatta menanggapi santai kabar seram itu dan memutuskan untuk tetap menempati rumah hantu itu. Desas-desus di kalangan warga Banda, hantu selalu tiba di malam hari: menyerupai seorang lelaki yang menyeret peti mati. Hantu itu akan datang lewat pekarangan depan rumah, menuju teras. Tapi tiap kali empunya rumah keluar, seketika pula hantu itu menghilang. Lantas bunyi misterius itu kembali muncul saat tuan rumah kembali menutup pintu rumah.


Setelah bersetuju dengan pemiliknya, Bung Hatta menempati “rumah hantu” itu pada malam pertama masa pembuangannya di Banda. Tak ada hantu datang sebagaimana dikisahkan warga. Keesokan harinya warga bertanya-tanya keheranan mengapa Bung Hatta bisa melewati malam tanpa ketakutan.


“Biasanya kalau ada orang menginap di sana tak pernah bisa tahan karena ketakutan. Orang-orang mengira Bung Hatta sakti, kayak ulama yang bisa mengusir hantu,’” ujar Gemala.


Selama melewati enam tahun lebih (1936-1942) masa pembuangan di Banda, Bung Hatta tetap tinggal di rumah itu. Kesibukan sebagai orang buangan politik dilaluinya dengan membaca buku, menulis dan mengajari anak-anak Banda menulis dan membaca di teras rumahnya. Selain Hatta, Sjahrir, Tjipto Mangoenkoesoma dan Iwa Kusuma Sumantri juga dibuang ke pulau yang sama.


Gemala juga mengutip kisah ayahnya dari Des Alwi, tokoh Banda, anak angkat Sjahrir yang juga dekat dengan Bung Hatta. Des bercerita tentang Hatta yang tak bisa berenang dan meminta anak-anak Banda mengajarinya. “Dulu ayah kalau berenang berpakaian lengkap, celana panjang dan bersepatu. Anak-anak Banda waktu itu ketawa semua melihat Bung Hatta.”


Masa penahanan Hatta dan Sjahrir berakhir pada awal 1942. Sebuah pesawat amfibi Catalina datang menjemput mereka. Kedatangan balatentara Jepang membuat Belanda harus menyelamatkan dua pemimpin gerakan nasionalis Indonesia itu. Pesawat kelebihan beban, terpaksa Hatta mesti merelakan dua peti buku ditinggal di Banda. Kepada Des Alwi harta berharga itu dititipkan.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
transparant.png
bottom of page