top of page

Toleransi Beragama ala Sunan Kudus

Sunan Kudus tidak menyembelih sapi untuk menghormati Kiai Telingsing dan masyarakat Kudus yang masih memeluk agama Hindu.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 25 Jul 2015
  • 2 menit membaca

Warga muslim dan Kristen di Tolikara, Papua, berdamai. Sebagai rasa syukur mereka mengadakan kenduri. Biasanya dengan bakar babi, namun diganti dengan sapi.


“Seharusnya potong babi, tapi saudara muslim tidak makan babi. Jadi kami cari sapi,” ujar Sekretaris Badan Pekerja GIDI Wilayah Toli, Pendeta Marthen Jingga, dikutip cnnindonesia.com.


Toleransi seperti itu pernah dilakukan oleh Sunan Kudus. Bedanya, Sunan Kudus justru tidak menyembelih sapi untuk menghormati masyarakat Kudus yang saat itu masih memeluk agama Hindu. Sapi adalah hewan yang disucikan oleh umat Hindu.


Menurut Hasanu Simon dalam Misteri Syekh Siti Jenar: Peran Wali Songo dalam Mengislamkan Tanah Jawa, Sunan Kudus lebih mengikuti gaya Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Dia tidak melakukan perlawanan frontal terhadap adat dan kebiasaan masyarakat yang masih berlaku.


“Sunan Kudus sering menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an yang tertera dalam Surat Sapi Betina, Surat Al-Baqoroh. Dalam acara-acara pesta Sunan Kudus tidak pernah menyembelih sapi karena hal itu akan melukai hati pemeluk Hindu yang masih merupakan agama mayoritas penduduk Kudus. Sebagai gantinya Sunan Kudus akan menyembelih kerbau,” tulis Hasanu Simon.


Kebiasaan Sunan Kudus ini, lanjut Simon, masih diikuti oleh sebagian masyarakat Kudus sampai sekarang. Banyak desa-desa di daerah Kudus yang sampai sekarang masih melarang sehingga peternakan kerbau di desa-desa tersebut masih berkembang, sementara di tempat lain ternak kerbau sudah diganti dengan sapi sejak dekade 1960-an karena kerbau membutuhkan pakan yang banyak dan tempat-tempat basah untuk berkubang.


Menurut Solichin Salam dalam Menara Kudus, sebuah cerita rakyat di Kudus menyebutkan bahwa masyarakat Kudus tidak pernah menyembelih sapi karena dahulu Sunan Kudus pernah merasa dahaga, kemudian ditolong oleh seorang pendeta Hindu dengan diberi air susu sapi. “Maka sebagai rasa terima kasih Sunan Kudus, masyarakat di Kudus dilarang menyembelih binatang sapi,” tulis Solichin.


Dalam Koridor, Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut bahwa figur Sunan Kudus dikenal sebagai ulama fiqh yang andal dan kukuh memegang prinsip; panglima perang dan ahli strategi politik –seperti ketika menjadi panglima perang Kerajaan Demak menaklukan Kerajaan Majapahit; dan ulama toleran dengan tidak menyembelih sapi untuk menghormati Kiai Telingsing, salah seorang pengikut Sunan Kudus yang semula beragama Hindu.


Denys Lombard menguraikan bahwa Kiai Telingsing (The Ling Sing) adalah anak Sunan Sungging dengan seorang perempuan Tionghoa. Dia lahir di Tiongkok dan disuruh ayahnya datang ke daerah kudus untuk menyebarkan agama Islam, sebelum para wali pertama berdakwah dan sebelum Kesultanan Demak didirikan.


“Sementara Sunan Kudus yang dipandang sebagai tokoh dari sejarah penyebaran Islam di Jawa, dan tak syak lagi merupakan tokoh kota Kudus yang paling tersohor, ternyata memandang Kiai Telingsing sebagai ‘kakak’ dan gurunya,” tulis Lombard, “Seputar Makam Kiyai Telingsing di Jawa Tengah,” termuat dalam Ziarah dan Wali di Dunia Islam suntingan Henri Chambert-Loir dan Claude Guillot.


Makam Kiai Telingsing terdapat di Kampung Sunggingan Kudus Jawa Tengah. Sunggingan berarti "kampung tukang kayu" (dari kata sungging, juru ukir dan tukang kayu) karena menurut cerita lokal, Kiai Telingsing adalah tukang kayu yang bersama Sunan Kudus menyiarkan Islam di daerah itu dan menyebarkan teknik-teknik perkayuan.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
bg-gray.jpg
Jauh sebelum kedatangan Belanda, tradisi literasi masyarakat Betawi telah berkembang pesat. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page