top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Untuk Apa Gapura Tujuhbelasan

Alih-alih cermin kemajuan, gapura tujuhbelasan menciptakan manusia Indonesia yang disiplin dan patuh pada penguasa.

10 Agu 2011

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

  • 11 Agu 2011
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 15 Des 2025

SEBUAH gapura tembok bercat merah-putih, yang mengelupas dan kotor di sana-sini, berdiri kokoh di bilangan Cipondoh, Kota Tangerang. Di atasnya melengkung dua batang besi dan di tengahnya tertulis nama sebuah gang. Tiga bendera merah-putih sudah tak berbentuk lagi. Di kanan-kiri tembok tertulis dengan warna merah:17-8-45 dan 17-8-09.


“Biasanya seminggu sebelum tujuhbelasan, ketua RT menggerakkan warga untuk memperbaiki gapura dengan mengecat ulang dan menyesuaikan tahunnya. Biayanya diambil dari hasil iuran warga,” kata Hamdani, warga setempat, kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dampak Krisis Minyak Dunia terhadap Indonesia

Dampak Krisis Minyak Dunia terhadap Indonesia

Berbagai krisis minyak dunia kadang membawa keuntungan, namun sering juga menimbulkan tekanan ekonomi bagi Indonesia.
Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Awal mula munculnya bleduran terkait pesta rakyat, tetapi ada yang menyebut permainan ini terinspirasi dari meriam di benteng pertahanan Belanda.
Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Menilik silsilah dan penggambaran sosok Purnawarman dalam prasasti-prasasti Tarumanagara. Diidentifikasi dengan Dewa Wisnu dan jadi panji segala raja.
Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Dua pemimpin revolusi sosial melecehkan keluarga Kesultanan Langkat. Dianggap mencemarkan tujuan revolusi, kedua begundal itu dieksekusi mati.
Coolen and Christianity in Java

Coolen and Christianity in Java

Coolen spread Christianity in Java using wayang, a traditional Javanese puppet theatre. He acculturated Christian teachings with Javanese culture, creating a stark difference with Dutch Christianity.
bottom of page