Diperbarui: 24 Agu
BELUM genap dua tahun usia Republik Indonesia, semenjak 17 Agustus 1945. Beragam ujian politik dan ekonomi mewarnai kehidupan republik. Kabinet pemerintahan jatuh bangun. Belanda juga masih ingin menguasai Republik Indonesia kembali. Di dalam keadaan itu, Alexander Andries Maramis (Alex Maramis) menunaikan tugasnya sebagai menteri keuangan.
Keadaan ekonomi Indonesia 1947-1949 masih seperti di tahun 1945. Pendapatan negara tiris, produktivitas pangan rendah. ”Meskipun produksi pangan pada tahun 1948-1949 lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun itu sekitar 10 persen di bawah rata-rata produksi sebelum perang tahun 1937. Sebaliknya, penduduk Indonesia mungkin telah meningkat sejak perang dari 70 menjadi 73 Juta,” lapor United States Departement of Agriculture, dalam World Food Situation 1949, 12 Januari 1949.
Beng To Oey dalam Sejarah Kebijakan Moneter Indonesia: (1945-1958) mengemukakan hal senada. “…Ekspor komoditi penting dari Indonesia, yang sesungguhnya merupakan sokoguru utama bagi perekonomian, untuk beberapa tahun setelah pengakuan kedaulatan tidak akan mampu mencapai tingkat sebelum perang, sedangkan beras sebagai bahan makanan utama rakyat untuk sementara harus diimpor dalam jumlah yang cukup banyak,” terang Beng.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















