- 22 Apr 2015
- 2 menit membaca
Diperbarui: 8 Sep 2025
PRANCIS terdesak dalam perang Indocina pada Maret 1954. Pasukan Uni-Soviet dan Tiongkok bergabung dengan orang-orang Ho Chi Minh. Khawatir Prancis kalah dan komunisme menjalar dari Indocina ke Asia Tenggara, AS membantu Perancis. Demi membendung komunisme di Asia Tenggara, AS menggagas SEATO (South East Asia Treaty Organization) atau Pakta Pertahanan Asia Tenggara.
Gagasan AS mendapat tentangan dari Burma, Pakistan, Srilanka, India, dan Indonesia. Perdana Menteri (PM) dari lima negara tersebut lalu menggelar pertemuan di Kolombo pada 28 April-2 Mei 1954 untuk mencari solusi Indocina. Mereka memandang gagasan AS lebih mengarah ke perang, ketimbang mewujudkan perdamaian. Mereka juga menegaskan tak ingin bergabung ke salahsatu blok, baik Barat maupun Timur.
Menyadari campurtangan blok Barat dan Timur tak hanya terjadi di Indocina, Ali Sastroamidjojo, PM Indonesia, mengusulkan penyelenggaraan konferensi lebih besar dengan melibatkan lebih banyak negara di Asia-Afrika. Dia berusaha menghimpun negara di Asia-Afrika untuk bersama-sama meredakan ketegangan dunia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















