- 8 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Jun
KERETA api itu berhenti di dekat Stadion Santo Yakobus, Basel, Swiss. Sebagian besar penumpangnya orang Jerman Barat. Dari jendela kereta, penumpang bisa melihat pertandingan Jerman Barat melawan Hungaria pada 20 Juni 1954. Sebab letak rel kereta berada lebih tinggi daripada stadion.
“Dengan demikian orang-orang Jerman masih juga dapat mengikuti pertandingan itu dari jendela kereta api,” tulis Suharso dalam “Kesan-Kesan Semasa Merebut Kedjuaraan Sepakbola Sedunia 1954”, termuat di Aneka, No 15, 20 Juli 1954.
Suharso bekerja sebagai kontributor majalah Aneka dalam Piala Dunia 1954. Dia mungkin menjadi salah satu wartawan asal Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia setelah kemerdekaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















