top of page

Yuri Gagarin dan Para Kosmonot Pahlawan Indonesia

Selain Yuri Gagarin, Presiden Sukarno juga memberikan Bintang Mahaputra Adiprana kepada kosmonot perempuan pertama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Yuri Gagarin karya Alexei Dmitrievitch Leonov yang dipasang di Taman Mataram, Jakarta Selatan. (indonesia.mid.ru).

11 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

TAHUN ini genap tujuh dasawarsa pemerintah RI dan Rusia menjalin hubungan diplomatik. Sebagai pengikat agar hubungan kian erat, sebuah patung manusia pertama di angkasa, Yuri Gagarin, resmi dipasang di Taman Mataram, Jakarta pada Rabu (10/3/2021).


Patung perunggu setinggi 282 cm dan berbobot 500 kg itu merupakan karya seniman Rusia Alexei Dmitrievitch Leonov. Peresmiannya dilakukan lewat penandatanganan prasasti di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (10/3/2021) oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar, Duta Besar Rusia untuk RI Lyudmila Vorobieva, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


“Gubernur DKI sampaikan: ‘kehadiran patung Yuri Gagarin memaknai keeratan warga Jakarta dengan Rusia, khususnya dalam mendukung sejarah 70 tahun hubungan kedua negara serta menciptakan ruang terbuka hijau yang sejuk dan nyaman bagi publik Jakarta. Sementara Deputi Walikota Moskow, Sergey Cheremin, mengapresiasi interaksi yang kuat dalam kerjasama kebudayaan antara Jakarta dan Moskow meski di tengah pandemi,” bunyi pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri RI di laman resminya, Kamis (11/3/2021).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page