top of page

Kelestarian Lingkungan dan Pembangunan dalam Kekuasaan

Dominasi ekonomi atas lingkungan hidup menimbulkan kebijakan tidak adil dan bencana ekologis. Hutan dipandang hanya dari sisi ekonomi, sementara tata ruang dan pengelolaan lahan terus berubah demi investasi tanpa perlindungan jangka panjang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina dan M.A. Yusuf/Historia.ID

20 Sep 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

DEBAT Cawapres yang diselenggarakan pada tanggal 21 Januari 2024 silam berlangsung dengan sangat tajam. Debat tersebut menujukkan secara tegas pandangan para Cawapres  terkait dengan isu Pembangunan Berkelanjutan, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Kelestarian Lingkungan, Isu Pangan, Masalah Agraria sampai keberadaan Masyarakat adat. Isu-isu kerusakan lingkungan, keadilan ekologi, keberlanjutan pembangunan yang diperdebatkan para Cawapres tersebut sebenarnya bukan merupakan barang baru.


Kerusakan alam sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Nancy Peluso dalam bukunya yang berjudul Rich Forest Poor People: Resources Control and Resistance in Java (1992) mencatat kerusakan lingkungan telah terjadi sejak zaman VOC Belanda melakukan eksploitasi hutan jati di Pantai Utara  Jawa untuk memenuhi kebutuhan kayu pembuatan kapal, sarana perkubuan dan infrastruktur jalan. Kebijakan Eksploitasi hutan ini kemudian diteruskan oleh pemerintah kolonial setelah VOC bubar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page