top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10071 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Mencari Indonesia Babak Ketiga

    ADALAH sebuah fakta di dalam sejarah bahwa sejarah selalu dimanfaatkan oleh semua pelaku politik di dalam masyarakat untuk membenarkan tingkah lakunya pada saat itu dan apa yang direncanakannya kemudian. Pada umumnya kelas sosial yang berkuasa juga menguasai bagaimana cara pengetahuan dan pengertian tentang sejarah diperkenalkan pada masyarakat, baik kepada kelasnya sendiri maupun bagi kelas-kelas lain di dalam masyarakat. Ada banyak sekali contoh, tetap buat saya contoh yang paling dahsyat ialah larangan kekuasaan Roma terhadap siapa pun untuk menulis sejarah pemberontakan budak yang dipimpin Spartacus, kecuali oleh “sejarawan” yang ditunjuk oleh penguasa sendiri. Dan itu memang terjadi, meskipun penelitian paling baru berhasil menemukan versi lain yang disimpan rakyat Italia dalam berbagai jenis bahasa etnisnya. Versi-versi terpendam semenjak berabad lalu dan harus menunggu hampir 2,000 tahun untuk ditemukan kembali.

  • Desa Pandai Besi yang Hilang

    MATANO seperti terpencil dan sendiri. Jalanannya tak beraspal dan dipenuhi debu bila musim kemarau. Penduduknya berladang, menanam sayur dan kakao, serta bekerja sebagai nelayan. Desa ini jauh tertinggal dibandingkan Sorowako, kota yang tumbuh dengan pesat karena perekonomiannya ditopang oleh keberadaan perusahaan tambang PT Inco. Pada abad ke-14 desa ini dikenal sebagai Rahampu’u –tanah untuk orang pertama yang mendiami negeri. Tanahnya merah dengan gunung dan bukit mengelilinginya –tanah merah secara geologi mengandung besi. Desa ini pula yang diperkirakan menjadi cikal-bakal kerajaan Luwu, yang dulu dikenal sebagai penghasil besi terbaik di Nusantara.

  • Taman-taman Surgawi

    TAMAN ibarat paru-paru. Ia membuat nafas kita tetap segar di tengah kepungan asap knalpot kendaraan yang kian berjibun. Dengan pepohonan yang menghijau, taman ibarat kain busa yang menyerap air agar sebuah kota atau bangunan tak terendam banjir. Ia juga enak dipandang, memperindah kota ataupun bangunan. Ia menjadi ruang publik tempat kita bisa bercengkerama bersama keluarga. “Bagi saya, taman kota sangat bermanfaat,” ujar Tantri Aristya, seorang ibu rumahtangga asal Denpasar. Tantri biasa bertemu dengan teman atau bersepeda dan berjalan-jalan bersama keluarga di Taman Lumintang atau Taman Renon. “Taman perlu dipelihara dan dilestarikan, dijaga kebersihaannya karena taman tempat kita refresing atau olah raga yang tidak memerlukan biaya.”

  • Wakil Dagang Sementara

    PADA April 1946, Indonesia mengirim 500 ribu ton beras ke India untuk dibarter dengan tekstil. Keberhasilan “diplomasi beras” ala Sjahrir ini membuat eks-Digulis di Australia yang tergabung dalam Central Komite Indonesia Merdeka (CENKIM), lembaga yang mengurus orang Indonesia di Australia, ingin membuka hubungan dagang Indonesia-Australia, dengan melayangkan surat ke pemerintah Indonesia pada 15 Juli 1946. Apalagi Indonesia telah membuka Indonesia Export & Import Agency (NESIA) di Singapura. Surat balasan datang dari Kementerian Luar Negeri bagian perdagangan luar negeri pada 26 Juli 1946. Isinya, pemerintah Indonesia belum bisa memberikan surat resmi untuk membuka perwakilan dagang kepada CENKIM. Tapi, pemerintah Indonesia berencana mengirim utusan muhibah (goodwill mission) ke Australia untuk menjajaki kemungkinan perdagangan luar negeri.

  • Bubar Sebelum Terbang

    SETELAH dipecat sebagai Wakil Dagang Sementara Indonesia di Australia, Campbell tetap berkomitmen untuk membantu perjuangan Indonesia. Saat di Indonesia, Campbell menyatakan bahwa penghapusan keadaan status quo hanyalah soal waktu. “Tunjukanlah senjata-senjata api, politik, dan senjata diplomasi tuan, sampai imperialisme dan kapitalisme sudah lenyap dari negeri tuan,” seru Campbell, dalam siaran radio di Yogyakarta dan dikutip Soeloeh Ra’jat, 24 April 1947. Pengalaman tak dapat visa dari Belanda ketika akan mengunjungi Indonesia, sehingga harus melalui Singapura, bisa jadi menjadi alasan Campbell ingin mendirikan maskapai penerbangan komersial. Dia ingin menembus blokade udara Belanda yang sangat ketat dan membantu perjuangan Republik Indonesia dan Malaya.

  • Juru Tulis Nasionalis

    BELANDA semakin terdesak. Jepang menghujani gulag Tanah Merah Papua dengan peluru. Belanda, yang prihatin akan keselamatan keluarga para pejabat Hindia Belanda di sana, meminta agar Australia mengizinkan untuk mengevakuasi warganya dari Boven Digul ke Australia. Permintaan itu disetujui dan pengungsian dipimpin oleh Van der Plas. Selain warga Belanda, mereka juga mengungsikan para tawanan Indonesia. Pasalnya, Belanda takut, jika dibebaskan Jepang, para tawanan akan menjadi alat propaganda anti-Belanda. Terlebih Jepang membentuk tentara partisan dan akan melakukan pemberontakan. Belanda berharap, para tawanan yang diangkut ke Australia akan membantu Belanda.

  • Kopi yang Mengubah Eropa

    SEJAK Baba Budan, seorang jamaah haji asal Mysore, India, menyelundupkan tujuh biji bibit kopi dari Jazirah Arab ke kampungnya di India pada abad ke-15, penyebaran kopi ke seluruh dunia tinggal menunggu waktu. Benua biru, Eropa, menjadi wilayah selanjutnya yang diinvasi bebijian pahit ini. Namun, hingga abad ke-17, pengetahuan “orang-orang Barat’ perihal kopi boleh dibilang minim. Kronik sekira tahun 1600, yang berisi sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VIII untuk memintanya memfatwa haram kopi, menggambarkan betapa asingnya mereka terhadap kopi. Catatan Sir George Sandys, penyair asal Inggris, pada 1610 masih menunjukkan hal yang sama. Dia menulis, orang-orang Turki bisa ngobrol hampir sepanjang hari sambil menyeruput minuman yang digambarkan sebagai “sehitam jelaga, dan rasanya tak biasa”. Sandys juga mengatakan bahwa minuman ini, “sebagaimana mereka (orang-orang Turki) bilang, membuat plong pencernaan dan menyegarkan tubuh.”

  • Di Balik Fort Rotterdam

    SENJA mulai merayap di kota Makassar. Tak jauh dari pelabuhan, beberapa muda-mudi asyik bercengkrama di atas sebuah tembok besar. Belaian lembut angin laut memanjakan mereka yang sesekali berfoto-ria. Beberapa pedagang ramai berjualan di taman yang terletak berhadapan dengan tembok benteng. Tembok besar yang tersusun dari bebatuan padas itu berdiri memanjang, mengelilingi areal seluas tiga hektare lebih. Di salah satu sisi, tepat di atas sebuah gapura yang jadi pintu masuk, terdapat tulisan “Fort Rotterdam”.

  • Menghirup Aroma Camellia

    ADA berbagai legenda seputar asal-usul teh. Salah satunya, dan paling terkenal, adalah kisah Kaisar Cina Shen Nung, yang juga seorang herbalis tersohor dan hidup pada 2737 SM. Kala dia duduk di bawah pohon dan merebus air minum, beberapa helai daun dari pohon tertiup dan masuk ke kuali. Aroma sedap menyebar. Shen Nung pun ingin meminumnya dan langsung menyukai rasa sepat dan pahitnya. Dia percaya minuman ini bisa menyegarkan tubuh dan menyembuhkan beberapa penyakit. Sejak itu Kaisar Shen Nung kerap meminum teh. Daun itu berasal dari pohon Camellia sinensis, dan minuman yang dihasilkannya kini kita sebut teh.

  • Alkisah Bing Slamet

    BING SLAMET menimba sumur seni sejak remaja. Guru seninya banyak. Hidupnya berpindah-pindah. Tujuannya satu: mengabdi seni untuk kemanusiaan. Lama tak pulang ke rumah, Bing pernah ditangkap tentara Jepang dan Belanda. Tapi dilepaskan karena statusnya sebagai seniman. Memasuki 1950-an, usaha Bing berbuah. Dia merengkuh gelar “Bintang Pelawak” pada 1953. Dua tahun kemudian, gelar “Bintang Radio” disabetnya. Bing beroleh peran utama dalam film. Honornya mahal. Namun Bing tak lantas jemawa. Hidup bersahaja dengan rumah sederhana dekat Pasar Senen. Bing laksana cahaya, banyak orang merubungnya. Tangan Bing selalu terbuka. Sejumlah nama beken pernah dibimbingnya. Sebutlah sedikit nama: Titiek Puspa, Kris Biantoro, dan Benyamin Sueb. Tapi Bing bukan tanpa kritik. Pernah lawakannya dianggap membosankan. Meski begitu, Bing tetap dicintai. Saat wafat, iring-iringan pelayatnya mencapai empat kilometer. Jasadnya mungkin lapuk, tapi jasanya awet dikenang. Tiada Bing lagi. Hingga kini tempatnya belum tergantikan. Berikut ini laporan khusus Bing Slamet: Anak Kolong dari Cilegon Kisah Penyanyi Pengelana Pejuang Penghibur Musisi Sosial Bing Sang Bintang Melawak Tanpa Babak Kesenian Kelas Jongos Bing Slamet Menebus Dosa Pesta Penghabisan Dinasti Bing Slamet

  • Menjajal Medan Konstituante

    AWAL hijrah ke Jakarta pada 1950, Hamka menghadapi dilema. Terjun ke gelanggang politik atau tetap menjadi sastrawan. “Di manakah tempat saya?” tanyanya membatin, seperti cerita Hamka pada Emzita dalam “Seorang Ulama dan Pujangga Islam Indonesia”, termuat di Kenang-Kenangan 70 Tahun Buya Hamka.

  • Membantah Kisah Tuanku Rao

    SOSIOLOG Mochtar Naim belum lama menjejakkan kakinya di tanah air ketika dia mendirikan Center for Minangkabau Studies pada 1968. Lembaga itu kerja bareng beberapa perguruan tinggi di Padang, instansi pemerintahan, dan organisasi masyarakat, menggelar seminar sejarah masuk dan berkembangnya Islam ke Minangkabau, pada 23–26 Juli 1969.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page