top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10071 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Menjelajahi Batas Dukacita

    DUKACITA adalah sebuah rangkaian gelombang emosi dan mental, yang membawa setiap individu menuju kerapuhan diri dalam menjalani rutinitas. Untuk penyair Emily Dickinson (1830-1886), kerapuhan universal ini menyeruak sejak awal masa berkabung. Seperti tergambar dalam kalimat pertama sekaligus judul puisinya After great pain, a formal feeling comes; ketika duka mendalam berlalu, sebentuk perasaan formal muncul. Momen-momen kesedihan akibat kematian orang yang dikasihi, dalam interpretasi Dickinson, kerap disusul dengan perasaan datar, membuat individu yang berduka terlihat “normal” menjalani perkabungan. Namun yang sebenarnya terjadi justru sebaliknya.

  • Sukarno yang (Di)Kalah(kan) Total

    TIDAK bisa disangkal lagi bahwa Sukarno, bersama seluruh generasinya, berhasil menang dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mendirikan Republik Indonesia. Dan kemenangan itu bukan kemenangan kecil. Negeri Belanda pada tahun 1945-1949 masih bisa mengerakkan banyak modal, manusia dan senjata. Sementara itu pihak Republik masih serba kekurangan. Satu-sautnya modal perjuangan adalah kesadaran politik massa yang sudah dibangun selama 35 tahun sebelumnya. Dalam semua proses itu Sukarno mengambil peran sangat menentukan. Dia memimpin sebuah gerakan yang menang.

  • Singa Betina dari Haarlem

    KENAU menerobos kerumunan orang. Sembari menangis, dia berteriak memanggil nama putrinya, yang terikat di sebuah tiang kayu. Namun, dua penjaga menghalangi langkahnya. Melihat kedatangan ibunya, tangis Gertruide kian menjadi, sementara api di sekelilingnya kian membesar.

  • Percik Modernitas di Asia Tenggara

    ADIL Johan, musikolog kandidat doktor di King’s College London, tak heran melihat kesederhanaan pameran musik yang dihelat Singapore’s Esplanade Library pada 22 Oktober 2013. Pasalnya, pameran itu menampilkan informasi historis band-band rock n roll Melayu dari apa yang dikenal sebagai era pop yeh yeh. Genre musik ini dibenci pemerintah Singapura maupun Malaysia. Panitia tentu mesti berhati-hati.

  • Pecah Kongsi Koalisi Partai Islam

    KOALISI organisasi Islam bukan hal baru dalam sejarah politik di Indonesia. Di tahun 1950-an, Masyumi pernah jadi pionir koalisi. Seluruh organisasi Islam berhimpun di bawah payungnya. Kisah itu bermula dari keluarnya Maklumat Wakil Presiden No. X tahun 1945 yang mendorong rakyat Indonesia membentuk partai-partai politik. Kalangan Islam bergegas meresponsnya, bermufakat untuk berada dalam satu ikatan partai politik yang sama.

  • Istanbul Kecil di Kota Berlin

    SIAPA tak kenal Mesut Özil? Pesepakbola lincah ini, yang menjadi punggawa klub Arsenal sekaligus tulang punggung timnas “Der Panzer” Jerman, merupakan pemain berdarah Turki. Ya, Jerman seolah menjadi tanah air yang lain bagi banyak orang Turki.

  • Hasrat Naturalis Raffles

    KAPAL Ann bersandar di Port Morant, Jamaika, dari pelayarannya menuju wilayah barat, Kepulauan Karibia. Kapten kapal, Benjamin Raffles (1729–1812), biasa mondar-mandir London-Afrika Tengah-Karibia guna meraup untung dari perdagangan budak dan membawa hasil bumi. Anne Lyde Linderman, istrinya yang tengah hamil tua, ikut bersamanya.

  • Dulu Lisensi, Kini Konsesi

    PRESIDEN Joko Widodo mengeluarkan kebijakan memberikan konsesi Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) kepada badan usaha yang dimiliki ormas keagamaan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. PP ini disahkan Jokowi pada 30 Mei 2024 dan berlaku efektif sesuai tanggal diundangkan.

  • Arung Samudra Ilmiah

    LAUT Nusantara beserta keanekaragaman isinya telah membuat takjub segelintir orang Eropa, terutama Belanda. Mereka memandang laut Nusantara bukan hanya sebagai jalur komersial, namun juga dunia misterius yang berpotensi untuk dieksplorasi.

  • Sukarno Tanpa Ahmad

    PADA 14 Mei 2003, Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono mewakili Presiden Megawati Sukarnoputri meresmikan pemancangan patok pembangunan gedung pembelajaran unit 6 Al-Zaytun, Indramayu. Gedung yang belum selesai dibangun ini diberi nama “DR. Ir. Ahmad Soekarno.” Ahmad (kadang-kadang dieja Achmad, Achmed, Ahmad, dan Ahmed) artinya terpuji. Sukarno tak suka tambahan nama itu. Tapi nama itu dikenal di Timur Tengah. Mesir mengabadikannya menjadi nama jalan, Ahmed Sokarno St., yang menuju pusat kota dan pusat kebudayaan di Tahrir Square. Maroko juga membuat nama jalan di ibukotanya, Rabat, dengan “sharia Al-Rais Ahmed Sukarno” yang diubah menjadi “Rue Soekarno”.

  • Langkah Stiletto

    Jauh sebelum Cinderella berlari meninggalkan sebelah sepatu kacanya di tangga istana untuk menghindari dentang jam 12 kali, seorang budak dan penari cilik Mesir bernama Rhodopis terlebih dahulu kehilangan salah satu sandal emasnya. Seekor burung jelmaan dewa Horus mencuri dan menjatuhkan sandal emas itu di depan Firaun. Terpesona membayangkan keindahan kaki sang pemilik sandal, Firaun bersumpah mencari dan menikahi perempuan pemilik sandal.

  • Sukarno: Pemersatu atau Pembelah?

    SEJAK saya mulai belajar sejarah Indonesia di University of Sydney tahun 1969, saya selalu diajari oleh para dosen bahwa Sukarno seorang permersatu. Bahkan mereka, baik dosen Australia, Indonesia atau Belanda, cukup banyak yang menyebut Sukarno –dengan nada minor– gandrung persatuan. Dalam bulan Juni 2011 ini – dengan banyak spanduk yang menyatakan ini bulan Sukarno – masalah persatuan, apalagi dalam menghadapi “asing”, suka disebut-sebut lagi.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page