Hasil pencarian
Cari di situs ini
10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Pameran Soviet Jelang Asian Games
BEGITU terpilih sebagai tuan rumah Asian Games IV tahun 1962, pemerintahan Sukarno bergegas membangun sarana dan prasarana olahraga yang modern. Angkatan Darat dilibatkan. Salah satunya dalam urusan tanah. Yang diberi tanggung jawab untuk memimpin adalah Mayor Sutikno Lukitodisastro, kepala Seksi V Kodam V Djaja.
- Memaknai Medis Mentawai
KEHENINGAN di sebuah rumah kayu di dusun Tinambu, lembah Rereiket, pedalaman Siberut, Kepulauan Mentawai, pecah oleh dentuman gajeuma’ (gendang) yang mengiringi hentakkan kaki para kerei yang sedang melakukan upacara penyembuhan.
- Kampung-Kota Kolonial
DUA kelompok bentrok. Ratusan aparat merangsek ke permukiman padat penduduk di Kampung Pulo, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2015. Warga kampung mengadang dengan lemparan batu. Aparat membalas, melempar gas air mata. Warga memegang mata, menjerit perih, dan akhirnya menyingkir. Alat berat masuk kampung, merobohkan rumah-rumah warga Kampung Pulo di bantaran Kali Ciliwung.
- Kampung Indis Suasana Belandis
ORANG Indonesia belum afdol ke Belanda kalau belum mengunjungi Amsterdam. Kunjungan ke Amsterdam pun dibilang belum sah bila belum mengunjungi Dam Square, distrik lampu merah, rumah Anne Frank, kanal bersejarah, dan tentu saja Rijksmuseum. Dari sekian tujuan wisata, ada sebuah tempat yang kerap terlewat oleh wisatawan, tetapi cukup menarik untuk dikunjungi, yakni Indische Buurt (Permukiman Hindia).
- Geliat Topeng Malang
RUMAH joglo itu berdiri kokoh. Di depan dan belakangnya, rindang pohon besar menciptakan suasana teduh dan tenang. Suasana rumah itu sendiri tak pernah sepi. Beberapa anak muda belajar menabuh gamelan, berlatih menari, atau melantunkan macapat.
- Pamer Kemewahan dalam Upacara Pemakaman
KEBIASAAN pamer kemewahan menjadi hal yang umum bagi warga Batavia di zaman kolonial VOC. Tak hanya dilakukan saat pergi ke gereja, di mana kaum elite Batavia akan diiringi oleh sejumlah budak yang membawa payung dan kipas, tetapi juga dalam berbagai acara seperti upacara pernikahan maupun pemakaman.
- Menyelami Penguasa Laut Selatan
SENAPATI memasuki samudera. Dia memusatkan pikiran, mengheningkan cipta, bersemedi untuk memohon petunjuk Yang Mahatahu. Badai datang. Angin ribut. Petir menyambar. Laut bergolak. Nyai Roro Kidul beranjak dari peraduan. Di halaman dia seorang manusia berdiri di tepi laut. Dia turun hingga ke pinggir laut dan mendekati Senapati.
- Mencari Nyai Blorong
SUATU sore, sekira 1960-an. Warga Magelang berkumpul di tepi jalan utama yang menghubungkan Magelang dan Yogyakarta sembari membunyikan kentongan dan apapun yang menimbulkan bunyi berisik. Sebagai anak kecil, Prapto Yuwono turut berbaur dalam kerumunan. Namun, herannya jalanan sedemikian sepi; tak ada yang lewat. Selang beberapa waktu, angin berhembus dari arah selatan.
- Mencari Cincin Nabi Sulaiman
KARENA tanah airnya dilanda kelaparan, seorang Hadrami muda meninggalkan rumah dan keluarganya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di pelabuhan, ketika orang-orang bertanya tujuannya, dia menjawab: “Aku ingin pergi di mana ada timbunan emas dan perak, kuda bercap, dan lahan subur yang bisa digarap.” Dia naik kapal, memulai perjalanannya dan tiba di Surat, India.
- Menangkap Masa Lalu Tuyul
KETIKA melakukan penelitian di Mojokuto, nama samaran untuk Pare, Jawa Timur pada 1952–1954, antropolog Clifford Geertz mendapat uraian sistematis mengenai makhluk halus di Jawa. Seorang tukang kayu muda mengatakan ada tiga jenis pokok makhluk halus: memedi, lelembut, dan tuyul. Dia menunjuk dua anak kecil berumur tiga tahun yang sedang berdiri mendengarkan percakapan mereka.
- Hak Hidup Makhluk Halus
MEMASUKI ruang auditorium gedung 4 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bau hio menyengat bercampur aroma melati yang ditaruh di setiap kursi. Acara promosi doktor Sunu Wasono pada 22 Desember 2015 agak menyeramkan. Sang calon doktor pun mengenakan pakaian hitam dan blangkon.
- Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak
AHMAD Ryan Pratama, lelaki asal Balikpapan, tak pernah melupakan pengalaman “pahit” di masa kecilnya. Sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar di Balikpapan, dia mengalami infeksi mata yang akut. Penyebabnya adalah kabut menyelimuti sebagian daerah Kalimantan Timur sekitar 1997-1998. Tak hanya Balikpapan, Samarinda dan sekitarnya termasuk daerah terdampak kabut asap itu. Kabut ini muncul sebagai dampak dari kebakaran hutan pada musim kemarau.





















