top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10057 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • A Glimpse of Life of the Turk

    "HIS FACE was like a wolf, his gaze was sharp," said military observer Salim Said, who interviewed Raymond Westerling for Ekspress magazine in June 1970. After days of searching, Salim finally managed to get the landline of the controversial former Dutch commando captain.

  • Sekolah Politik di Asrama Indonesia Merdeka

    PADA 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso mengumumkan kepada Parlemen Jepang bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan “kelak di kemudian hari”. Setelah Deklarasi Koiso itu, Shigetada Nishijima mengontak Ahmad Subardjo dan memberi tahu rencana Laksamana Muda Tadashi Maeda mendirikan sekolah untuk pemuda-pemuda Indonesia. Sekolah itu bernama Asrama Indonesia Merdeka, didirikan pada Oktober 1944 dan bertempat di Jalan Kebon Sirih No. 8 Jakarta Pusat.

  • Berlindung di Kantor Penghubung

    SETELAH Jepang menaklukkan Asia Tenggara, Laksamana Muda Tadashi Maeda mengajak atase militer Jerman dan Italia untuk Jepang, berkeliling melihat wilayah-wilayah pendudukan itu. Dalam laporannya kepada Markas Besar Angkatan Laut, dia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar dan wilayah sangat luas.

  • Tien Soeharto, Ibu Negara Tiga Dekade

    Hari-hari setelah dicopot dari kedudukan panglima Teritorium IV/Diponegoro terasa bagai sembilu di hati Kolonel Soeharto. Upacara serah terima dengan Kolonel Pranoto Reksosamodra berlangsung tanpa seremoni yang berkesan. Sejak saat itu, hubungan Soeharto dan Pranoto merenggang.

  • Anak Samurai Jadi Perwira Angkatan Laut

    SEORANG kadet yang baru lulus dari Perguruan Tinggi Kelautan (Marine College) pada 1918, berdiri di dek kapal Tokiwa, armada latihan Angkatan Laut Jepang (Kaigun) yang berlayar menuju Australia melalui Selat Sunda. Dia memandang pulau-pulau berwarna hijau dikelilingi langit dan laut yang biru, meninggalkan kesan yang kuat dalam pikirannya.

  • Pasang Badan Demi Kemerdekaan

    BENDERA-bendera merah putih menghiasi halaman rumah bergaya art deco di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat siang itu. Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, tuan rumah berbenah. Menurut “tuan rumah” Ari Suryanto, hal itu merupakan rutinitas rumah tersebut tiap Agustus tiba. Selain mempercantik rumah dan halaman, tuan rumah biasanya menggelar bermacam lomba. “Agustus kan bulannya kita,” ujarnya kepada Historia.

  • Interracial Marriages and Reversed Surnames in the Dutch East Indies

    INTERRACIAL marriage was a common phenomenon during the Dutch colonial era. The large population of European men who came and lived in a number of areas of the archipelago from the 17th to 18th centuries was not directly proportional to the number of European women in the respective region. As a result, many of those European men chose to live with local women, who then gave birth to mixed-blood children, known as Eurasian or Mestizo.

  • Melacak Akar Negara Miskin dan Kaya

    BUKU Why Nation Fail: The Origins of Power, Prosperity and Poverty (2012) karya Daron Acemoglu dan James A. Robinson dibuka dengan pertanyaan: kenapa orang yang tinggal di Nogales bagian selatan tak seberuntung saudara-saudara mereka yang tinggal di bagian utara? Wilayah kota Nogales terbelah dua, bagian utara di bawah kekuasaan Amerika dan bagian selatan berada di wilayah Meksiko. Mereka berbagi tanah yang sama, kondisi alam yang sama dan hanya dipisahkan oleh sederet pagar. Kenapa perbedaan di antara mereka terlihat begitu jelas?

  • Horor Gang Buntu Teror Orde Baru

    RAMAI kendaraan tak pernah henti melewati jalan ini. Angkutan kota hilir mudik mengangkut dan mengantarkan penumpang. Jalan Raya Kebayoran Lama di kawasan Jakarta Selatan selalu sibuk. Namun, di sebuah bangunan besar yang berada di sisi jalan, tak jauh dari Pasar Kebayoran Lama, kehidupan seolah berhenti. Temboknya tinggi, gompal di sana sini. Pintu gerbangnya jarang terbuka lebar. Beberapa pedagang kaki lima tinggal di rumah berpetak-petak itu namun terlihat bangunan itu tak terawat.

  • Salah Kaprah dalam Sejarah

    BUKU ini dibuka dengan sebuah kutipan yang mengejutkan dari George Santayana tentang sejarah. “Sejarah adalah sekotak kebohongan tentang peristiwa yang tak pernah terjadi yang dituturkan oleh orang yang tak pernah berada di sana,” kata dia seperti dikutip di awal buku. Tak bisa dibayangkan bagaimana kebohongan diajarkan dari satu generasi ke generasi lainnya dan akhirnya diterima sebagai kebenaran. Namun, buku ini mengajukan sejumlah kebohongan itu.

  • Blambangan Tak Lagi Antah Berantah

    BLAMBANGAN kerap dianggap sebagai negeri antah berantah. Keberadaan kerajaan Hindu terakhir di Jawa ini lebih sering hadir dalam roman, tradisi oral, dan tulisan lokal (babad). Melalui karya ini, untuk meraih gelar PhD di Universitas Leiden, Belanda, Sri Margana menunjukkan peranan penting Blambangan dalam menentang dominasi dan agresi kerajaan Islam Mataram dan Kongsi Dagang Belanda (VOC).

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page