top of page

Hasil pencarian

9628 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Peristiwa PRRI Membuat Rumah Makan Padang Ada di Mana-mana

    DALAM suatu percakapan antara sejarawan Taufik Abdullah, antropolog Sjafri Sairin, dan sosiolog Ignas Kleden di sebuah dapur paviliun, Taufik nyeletuk, “Wah, ini ada bahan makanan yang bisa dimasak. Siapa yang bisa masak?”

  • Sudarsono Katam Merekam Sejarah Urban Bandung

    SOSOK berambut putih yang terkuncir itu mengukir senyum ketika menyambut Historia.ID di depan rumahnya yang asri berfasad era kolonial di Jalan Tanjung, Cihapit, Bandung pada Sabtu (26/10/2024) pagi. Sudarsono Katam, lelaki gaek berusia 79 tahun itu, duduk santai dengan menyilangkan kaki di ruang tamunya ketika mulai “berdongeng” sejarah urban dan sosial di Bandung.

  • Desa Bayu Lebih Seram dari Desa Penari

    WAKTU heboh kisah KKN Desa Penari beberapa tahun silam, Desa Bayu Songgon disebut-sebut sebagai lokasi KKN. Namun, warga membantahnya meski pernah ada belasan mahasiswa dari Surabaya survey ke sana. Dua di antara mahasiswa itu terpisah dan dianggap melakukan hal tidak senonoh. Konon keduanya seteah kembali ke Surabaya sakit keras dan meninggal dunia. Selain itu, di sana ada empat kampung yang ditinggalkan penduduknya, yang disebut kampung hilang.

  • Bung Karno di Meksiko

    DI Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Presiden Arturo Frondizi melepas keberangkatan Presiden Sukarno. Dari Argentina, Bung Karno meneruskan perjalanan ke Meksiko pada 26 Mei 1959. Setibanya di Mexico City, ibu kota Meksiko, Presiden Adolfo Lopez Mateos menyambut rombongan Bung Karno di lapangan terbang. Dia gembira atas kunjungan perdana Bung Karno ke Meksiko.

  • Ali dalam Ekspedisi Wallace

    ALFRED Russel Wallace terkenal sebagai penjelajah Kepulauan Nusantara yang menghasilkan karya monumental, The Malay Archipelago. Selama delapan tahun petualangannya (1854-1862), dia berhasil mengumpulkan 125.660 spesimen serangga, burung, dan mamalia. Pencapaian dan koleksi ekstensif itu tidak mungkin diperoleh tanpa bantuan warga lokal.

  • Wallace: Makassar, Kota Tercantik di Timur Nusantara

    NATURALIS asal Inggris, Alfred Russel Wallace, menjejakkan kakinya di Makassar antara September-November 1856. Sebelum menyambangi mengumpulkan serangga atau burung –dan beberapa spesimen makhluk hidup lainnya– dia menuliskan kekagumannya akan kota itu.

  • Mengelola Jamaah Haji dari Masa ke Masa

    SALAH satu langkah strategis Presiden Prabowo Subianto usai membentuk Kabinet Merah Putih adalah membentuk Badan Haji dan Umrah yang setara kementerian. Kendati baru akan efektif mulai 2026, badan yang terpisah dari Kementerian Agama (Kemenag) itu akan mengambilalih urusan haji dari Direktorat Haji dan Umrah Kemenag. Sementara belum efektif, Badan Haji dan Umrah hingga 2025 masih tetap berkoordinasi dengan Ditjen Haji dan Umrah.

  • Susahnya Bisnis Karet di Zaman Gerombolan

    DULU, di sekitar Banjar-Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ada perkebunan karet bernama Montjolimo. Perkebunan yang kini di bawah PT Perkebunan Nusantara ini termasuk perkebunan tua yang ada sejak zaman Hindia Belanda. Setelah tentara Belanda angkat kaki dari Indonesia pada 1950, orang sipil Belanda masih dipersilahkan bekerja di Indonesia. Termasuk pengurus atau administrator Montjolimo, EA Brandt.

  • Mengapa Wallace Kalah Populer Dibandingkan Darwin?

    SETELAH 90 tahun sebelas bulan, naturalis Inggris Alfred Russel Wallace meninggalkan warisan besar selama ekspedisi di Kepulauan Nusantara. Namanya membekas pada Wallacea dan dunia sains. Jejaknya muncul dalam berbagai artikel, buku dan surat, spesimen dan catatan sejarah alam yang besar, dan tentu saja teori evolusi melalui seleksi alam.

  • Pengasingan Paksa Eksil Politik oleh Negara

    “Mereka bukan diaspora yang menerima paspor dengan kemegahan, melainkan orang-orang yang haknya atas sebuah tanah air telah dirampas. Mereka berkelana menyeberangi berbagai batas negara dalam ketakutan, tanpa paspor, untuk menghindari pengejaran yang dilancarkan oleh sebuah rezim yang bertahta berdasawarsa lamanya." (Martin Aleida, Tanah Air Yang Hilang )

  • Pahlawan Berbulu di Perang Dunia II

    BERAGAM kisah kepahlawanan muncul selama Perang Dunia II. Tak hanya dilakukan oleh manusia, aksi-aksi heroik itu juga berasal dari keberanian sejumlah hewan dalam menyelamatkan tuan dan orang-orang di sekelilingnya. Bila di Indonesia ada Letnan Merpati Pos, di Eropa ada banyak hewan yang mendapatkan penghargaan atas keberaniannya. Salah satunya adalah seekor anjing Great Dane bernama Juliana.

  • Keistimewaan Wallacea

    KAWASAN Wallacea, meski mungkin tak dinilai penting bagi negara lain, tapi sebaliknya untuk Indonesia. Wilayah itu dinilai sebagai laboratorium alam yang tak ada duanya di dunia. Wallacea adalah kawasan biogeografis yang mencakup kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah. Letaknya terpisah dari paparan benua Asia dan Australia. Ini meliputi tiga komponen, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

bottom of page