top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pahlawan Berbulu di Perang Dunia II

Juliana mendapat penghargaan khusus untuk hewan setelah menjinakkan bom lewat cara tak biasa di masa Perang Dunia II. Dua kali berhasil menyelamatkan nyawa sang pemilik, anjing Great Dane itu mati tragis.

31 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Juliana, seekor anjing Great Dane yang dianugerahi penghargaan khusus untuk hewan atas aksi heroiknya di masa Perang Dunia II. (BNPS via mirror.co.uk).

Diperbarui: 8 Jan

BERAGAM kisah kepahlawanan muncul selama Perang Dunia II. Tak hanya dilakukan oleh manusia, aksi-aksi heroik itu juga berasal dari keberanian sejumlah hewan dalam menyelamatkan tuan dan orang-orang di sekelilingnya. Bila di Indonesia ada Letnan Merpati Pos, di Eropa ada banyak hewan yang mendapatkan penghargaan atas keberaniannya. Salah satunya adalah seekor anjing Great Dane bernama Juliana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page