top of page

Pahlawan Berbulu di Perang Dunia II

Juliana mendapat penghargaan khusus untuk hewan setelah menjinakkan bom lewat cara tak biasa di masa Perang Dunia II. Dua kali berhasil menyelamatkan nyawa sang pemilik, anjing Great Dane itu mati tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Juliana, seekor anjing Great Dane yang dianugerahi penghargaan khusus untuk hewan atas aksi heroiknya di masa Perang Dunia II. (BNPS via mirror.co.uk).

1 Nov 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jan

BERAGAM kisah kepahlawanan muncul selama Perang Dunia II. Tak hanya dilakukan oleh manusia, aksi-aksi heroik itu juga berasal dari keberanian sejumlah hewan dalam menyelamatkan tuan dan orang-orang di sekelilingnya. Bila di Indonesia ada Letnan Merpati Pos, di Eropa ada banyak hewan yang mendapatkan penghargaan atas keberaniannya. Salah satunya adalah seekor anjing Great Dane bernama Juliana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page