top of page

Sudarsono Katam Merekam Sejarah Urban Bandung

Mantan “tukang insinyur” BATAN yang merekam sejarah perkotaan Bandung. Enggan disebut kuncen sejarah Bandung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sudarsono Katam Kartodiwirio, eks-insinyur BATAN yang "kecemplung" di sejarah perkotaan Bandung (Randy Wirayudha/HISTORIA)

30 Okt 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jan

SOSOK berambut putih yang terkuncir itu mengukir senyum ketika menyambut Historia.ID di depan rumahnya yang asri berfasad era kolonial di Jalan Tanjung, Cihapit, Bandung pada Sabtu (26/10/2024) pagi. Sudarsono Katam, lelaki gaek berusia 79 tahun itu, duduk santai dengan menyilangkan kaki di ruang tamunya ketika mulai “berdongeng” sejarah urban dan sosial di Bandung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page