top of page

Hasil pencarian

9858 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Saksi Mata-mata Dieksekusi

    SETIAP pagi, seorang pemuda Ambon pergi naik tram dari Lapangan Banteng menuju pasar Jatinegara yang dulu namanya Meester Cornelis. Pulangnya dia membawa belanjaan: beras, telur, sayuran, dan segala macam. Para pemuda pejuang menguntitnya. Ternyata, dia berbelanja ke pasar untuk keperluan musuh. “Terbukti dia membawa belanjaannya ke markas Batalion ke-10 yang merupakan musuh besar para pejuang Republik,” kata Adnan Buyung Nasution, pengacara, dalam biografinya, Pergulatan Tanpa Henti Volume 1. Buyung menjelaskan bahwa Batalion ke-10 merupakan serdadu NICA (Pemerintah Sipil Hindia Belanda) yang terkenal kejam. Markasnya di bekas tangsi Batalion KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) ke-10 yang terletak di Waterlooplein (kini Lapangan Banteng). Sebagian dari mereka adalah para bekas serdadu KNIL yang direkrut kembali, yang kebanyakan orang Ambon dan Indo-Belanda.

  • Maroko dan Piala Dunia

    KEJUTAN datang dari pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Minggu (27/11/2022). Maroko berhasil mengalahkan Belgia 2-0 lewat gol Romain Saiss dan Zakaria Aboukhlal. Kekalahan Belgia memicu kerusuhan di Brussel. Suporter Belgia yang kecewa membakar kendaraan di jalanan. Maroko telah enam kali tampil di Piala Dunia pada 1970, 1986, 1994, 1998, 2018, dan 2022. Di Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko lolos ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Spanyol lewat adu penalti 3-0. Di babak perempat final, Maroko mengalahkan Portugal dengan skor tipis 1-0. Maroko mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang lolos ke semifinal. Sejarah berulang. Sebelumnya, Maroko juga memulangkan Portugal di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Sebagai tim underdog, Maroko bermain lepas tanpa beban. Apalagi Maroko satu grup dengan negara-negara unggulan, yaitu Inggris, Polandia, dan Portugal.

  • Lima Penjegal Raksasa Piala Dunia

    BELUM rampung putaran penyisihan grup, Piala Dunia 2022 Qatar sudah menyuguhkan banyak kejutan. Terlepas dari sejumlah kontroversi yang mengitarinya, gelaran kali ini meneguhkan bahwa prediksi yang mengunggulkan tim-tim raksasa sama sekali tak bisa jadi acuan. Arab Saudi, Jepang, dan Maroko membuktikan bahwa pandangan miring terhadap mereka tidak menghalangi ketiganya untuk membuktikan diri sebagai bukan tim penggembira semata. Tim Saudi yang berada di Grup C bersama Argentina, Polandia, dan Meksiko, berhasil memecundangi tim favorit juara Argentina, 2-1, di laga pembuka grup pada 22 November 2022. “Kami sangat senang jika mereka melupakan kami dan menganggap kami tim terkecil. Di Piala Dunia selalu ada kejutan dan itu mentalitas yang kami miliki,” kata pelatih Saudi yang juga pernah menukangi Maroko (2016-2019), Hervé Renard, kepada Euro Foot, dikutip SBS Sport, 25 November 2022.

  • Murka, Afrika Boikot Piala Dunia

    FANTASTIS. Kata tersebut mungkin tepat untuk melukiskan kiprah tim nasional Maroko di Piala Dunia 2022. Bukan hanya belum pernah kalah hingga kini, di fase grup pun Maroko berhasil menjadi pemuncak grup F. Kehebatan Maroko belum habis di babak 16 besar. Tak tanggung-tanggung, di perdelapan final pada Selasa, 6 Desember, lalu tim berjuluk Singa Atlas itu mempecundangi Spanyol yang jadi salah satu favorit juara. Kini, Maroko menjadi satu-satunya wakil Afrika yang tersisa dalam gelaran Piala Dunia di Qatar itu. Rekan sesama wakil Afrika-nya, Senegal, sudah keok dicukur Inggris tiga gol tanpa balas pada 4 Desember 2022.

  • Dilema Kehadiran Israel di Piala Dunia, Mau Saklek atau Kompromi?

    KKETIKA perhelatan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia sudah di depan mata, polemik soal penolakan keikutsertaan Timnas Israel U-20 malah berkembang jadi bola panas. Salah satu pemicunya adalah penolakan Gubernur Bali I Wayan Koster terhadap kehadiran tim Israel. Namun usai beraudiensi dengan Komisi II DPR di Jakarta, Senin (27/3/2023), Wayan membantah penolakannya itu sebagai sikapnya sebagai gubernur. Buntut dari polemik itu, FIFA membatalkan drawing (pengundian grup) Piala Dunia U-20 yang mestinya digelar pada Jumat (31/3/2023) ini di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali. Mengutip laman resmi PSSI, Minggu (26/3/2023), FIFA memang belum memberi pernyataan resmi terkait alasan pembatalan drawing. Mestinya setelah drawing, Indonesia bersiap sebagai host dari event yang dijadwalkan bergulir pada 20 Mei-11 Juni 2023 itu. Enam venue di enam provinsi telah ditunjuk: Stadion Gelora Bung Karno (DKI Jakarta), Stadion Jalak Harupat (Jawa Barat), Stadion Manahan (Jawa Tengah), Stadion Gelora Bung Tomo (Jawa Timur), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jakabaring (Sumatera Selatan).

  • Kantor Polisi di Cicendo Diserang

    SEBUAH bom panci berdaya ledak rendah diledakkan di Taman Pandawa di Jalan Pandawa Kecamatan Cicendo Kota Bandung, pada 27 Februari 2017. Seorang pelaku melarikan diri dengan membawa motor, sedangkan satu pelaku lagi lari ke kantor Kelurahan Arjuna. Pelaku itu tewas oleh tembakan dari aparat keamanan. Teror di Cicendo itu mengingatkan kita pada Peristiwa Cicendo pada 11 Maret 1981 pukul 00.30 WIB. Sekitar 14 anggota Jamaah Imran dari Komando Jihad menyerbu kantor Polisi Kosekta 8606 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung. Mereka dipimpin oleh Salman Hafidz, datang dengan menggunakan sebuah truk. Kala itu, hanya ada empat anggota polisi yang berjaga: Sertu Suhendrik, Bharatu Zul Iskandar, Bharada Andi, dan komandan jaga Serka Suryana. Tiga orang penyerbu turun dari truk lantas berpura-pura menanyakan salah seorang anggota jamaah yang ditahan. Tanpa disangka, mereka menodongkan senjata api Garrand. Menghadapi sergapan tak terduga itu, keempat polisi itu tak berdaya dan dimasukkan ke dalam tahanan yang terletak di belakang kantor. Mereka kemudian membebaskan empat tahanan anggota Jamaah Imran.

  • Skandal Polisi Curup

    INSPEKTUR Kepala J.J. Harlingen bersemangat. Setelah diistirahatkan cukup lama, dia mendapat tugas baru sebagai komandan detasemen Polisi Lapangan (Veldpolitie) di Curup, Rejang Lebong, Bengkulu. “Korps Polisi Lapangan dan Dinas Reserse Daerah didirikan dalam tahun 1920. Adapun maksud pembentukan Polisi Lapangan adalah untuk menyelenggarakan keamanan di daerah luar kota,” tulis Soeparno Soeriaatmadja dalam Sedjarah Perkembangan Kepolisian dari Zaman Klasik-Modern. Tugas baru itu menjadi kesempatan emas buat Harlingen, yang dikenal reputasinya sebagai polisi intelek, membuktikan kecakapannya sebagai polisi. Tugas itu sekaligus tempat untuk membuktikan dirinya tidak bersalah dalam penugasan sebelumnya di Muara Enim.

  • Kala Panglima Siliwangi Distop Polisi

    SETELAH beberapa saat dirawat di RS Boromeus, Fatmawati akhirnya memilih tinggal di luar rumah sakit. Bukan pelayanan tim dokter yang membuat Fatmawati tidak betah tinggal di rumah sakit itu. “Terus terang, Ibu sulit tidur. Kalau terus-menerus begini, semuanya jadi repot,” kata first lady pertama Indonesia itu sebagaimana dimuat dalam buku Suka-Duka Fatmawati Sukarno: Seperti Diceritakan Kepada Kadjat Adra’i. Fatmawati yang saat itu sedang mengalami darah tinggi parah dan sedikit depresi menahun pasca-keluar Istana, lanjut Kadjat, butuh tempat tinggal tenang untuk memulihkan kesehatannya. Dalimin Rono Atmodjo, personil Brimob yang jadi komanda regu di Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Resimen Tjakrabirawa, lalu mendapatkan Wisma Siliwangi III. Fatmawati pun pindah ke sana pada akhir Agustus 1965. Wisma Siliwangi III dipilih Fatmawati selain kondisinya bersih juga lantaran letaknya tak jauh dari tempat tinggal Guntur Sukarnoputra yang saat itu masih kuliah di ITB. Fatmawati bisa lebih sering bertemu dengan putra sulungnya itu.

  • Antropolog Swiss dan Polisi RI Cincai

    SETELAH dua hari mengarungi pelayaran sulit, antropolog asal Swiss Reimar Schefold akhirnya sampai di rumah Helmut Buchholz, kawannya yang berkebangsaan Jerman dan berprofesi sebagai penginjil di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Selain untuk mengurus perpanjangan visa, kepergian Reimar dari pesisir barat ke Muara Siberut pada akhir dekade 1960-an itu adalah untuk membicarakan surat dakwaan yang diterimanya terkait dugaan pembelaannya terhadap masyarakat Sakuddei. “Aku langsung menemui dan berbicara kepada Helmut setelah kedatanganku di pos penginjilan itu. Selain itu ia juga ingin mengetahui apa makna sebenarnya dari: tindakanku sebagai ‘kepala suku orang-orang kafir’,” ujar Reimar dalam memoar berjudul Aku dan Orang Sakuddei: Menjaga Jiwa di Rimba Mentawai. Kepolisian setempat mendakwa Reimar karena menganggap riset Reimar di pedalaman Mentawai dengan tinggal bareng masyarakat Sakuddei sejak 1967 sebagai dukungan terhadap masyarakat itu dalam melawan “modernisasi” yang digulirkan pemerintah sejak era Presiden Sukarno dan dilanjutkan pada era Soeharto. Dalam “modernisasi” itu, pemerintah memperkenalkan dan mengajak suku-suku terbelakang untuk mengadaopsi hal-hal modern dan meninggalkan hal-hal “primitif” seperti kehidupan berburu, bertato, berambut gondrong, dan lain-lain.

  • Silsilah Penguasa untuk Berkuasa

    DALAM pidatonya di hadapan kader Partai Demokrat di Stadion Redjoagung Tulungagung, Jawa Timur, Minggu 25 Februari 2018, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku keturunan Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Raja-raja Jawa di masa lalu juga melakukannya untuk melegitimasi kekuasaannya. “Ini jadi penting karena bisa digunakan untuk legitimasi diri,” ujar Dwi Cahyono, arkeolog dan pengajar sejarah di Universitas Negeri Malang, ketika dihubungi Historia. Meraih kekuasaan dengan menunjukkan diri sebagai keturunan penguasa adalah cara berpikir monarkis. Pada era kerajaan, kesultanan, keraton maupun kasunanan, kekuasaan diperoleh melalui hubungan keluarga. “Ini sudah tradisi sejak masa lalu,” kata Dwi.

  • Membedah Silsilah Tirto Adhi Soerjo

    SEBEGITU lamanya nama Tirto Adhi Soerjo terkubur, hingga tidak sedikit kepingan riwayatnya yang hilang. Ambil contoh, Tirto sebagai tokoh pahlawan nasional sejak 2006, tak seperti figur-figur lainnya, di mana sampai hari ini belum diketemukan dari rahim perempuan mana ia dilahirkan. Ada sedikit keserupaan antara tokoh Minke – diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dalam film Bumi Manusia yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer dengan judul sama, dengan Tirto. Toh memang Pram menghadirkan Tirto dengan alter ego Minke dalam tetralogi Pulau Buru-nya. Dalam roman Pram yang difilmkan sineas Hanung Bramantyo itu, Minke merupakan putra seorang Bupati Bojonegoro yang diperankan Donny Damara. Hampir bisa dipastikan sosok yang diperankan Donny adalah Raden Ngabehi Hadji Moehammad Chan Tirtodhipuro. Namun di film juga dihadirkan sosok ibu Minke yang dimainkan aktris Ayu Laksmi yang tentunya entah merujuk pada wanita mana. Hingga kini nama ibu asli Tirto masih misterius.

  • Tuah Guru Spiritual Soeharto

    SETELAH lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1958, Adi Andojo Soetjipto berhak memakai gelar Meester in Rechten (Mr.) di depan namanya. Mula-mula Adi menjadi hakim di kawasan bekas Keresidenan Madiun. Setelah lama di Jawa Timur, Adi kemudian dikirim ke Papua. Dia menjadi hakim lalu sempat pula menjadi rektor Universitas Cenderawasih di Jayapura. Setelah 1969, Adi dipindahkan ke Semarang. Ketika berada di Semarang, Adi tinggal di Jalan Sriwijaya, tidak begitu jauh dari Simpang Lima sebagai tempat ikonik pusat kota Semarang. “Di Jalan Sriwijaya kami bertetangga dengan penasihat spiritualnya Presiden Soeharto, yakni Romo Diyat,” aku Adi dalam Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir, Sebuah Memoar.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page