- 16 Des 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 16 Apr
MESKI kedatangan Belanda di tanah Gayo, Aceh telah berlangsung sejak awal abad ke-20, namun upaya kolonisasi oleh orang-orang Eropa baru kembali dilakukan pada dekade 1930-an. Pada 1931, Departemen Vaderlandsche Club (VC) Jawa Barat memutuskan untuk melakukan kolonisasi ekonomi di Gayo. Upaya tersebut merupakan inisiatif dari Presiden VC Dr. W.L. Wolff bersama Serikat Pengusaha Perkebunan Hindia Belanda.
VC atau Klub Patriotik merupakan organisasi politik ultra-reaksioner orang-orang Belanda yang berdiri pada 1929 dan mayoritas anggotanya mendukung pemerintah kolonial. Pendirian VC sebagai bentuk protes terhadap ethisch beleid (kebijakan politik etis) Gubernur Jenderal Hindia Belanda Andries Cornelies Dirk de Graeff.
Di sisi lain, kalangan nasionalis Indonesia menilai De Graeff merupakan Gubernur Jenderal yang toleran terhadap pergerakan nasional dengan segala tuntutan yang digaungkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















