top of page

A.H. Nasution di Balik Pembubaran DPR

Gagal membubarkan Parlemen pada 1952, A.H. Nasution pada 1959 ikut menyokong pembubaran DPR hasil Pemilu 1955.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi A.H. Nasution. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

12 Sep 2025
9 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

MULUTMU harimaumu. Pepatah itu agaknya tak pernah diindahkan eks anggota DPR asal Partai Nasdem Ahmad Sahroni. Pasalnya, jawabannya – “Yang menuntut pembubaran DPR adalah orang paling tolol sedunia”– atas tuntutan demonstran beberapa waktu lalu memicu kemarahan publik yang disusul kerusuhan. Sahroni akhirnya menanggung risikonya, rumah diserbu massa dan barang-barangnya dijarahi hingga Sahroni sendiri kemudian dinonaktifkan partainya dari DPR.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page