top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Fetching Mr. Nas

A firsthand account from a Tjakrabirawa troop. From abortive fetching of General Nasution to his hellish days of torment under New Order.

Oleh :
Historia
5 Sep 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Illustration of the capture of General AH Nasution by the Tjakrabirawa Regiment. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

THOSE three soldiers with red berets were standing menacingly. With guns in their hands, they battered the bedroom door of the Coordinating Minister of Defense and Security and Armed Forces Chief of Staff, General Abdul Haris Nasution. But the general, who was planned to be brought in front of President Sukarno that early morning, was nowhere to be seen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

27 Januari 1997: Kerusuhan di Pasar Tanah Abang

27 Januari 1997: Kerusuhan di Pasar Tanah Abang

Muak dengan pungutan liar, pedagang pasar Tanah Abang mengamuk. Mobil dinas dan kantor kecamatan Tanah Abang dibakar. Salah satu kerusuhan terbesar di Jakarta pada pengujung Orde Baru.
Maskapai Pelayaran Hampir Bangkrut

Maskapai Pelayaran Hampir Bangkrut

Sejumlah perusahaan pelayaran nasional dibentuk untuk menandingi monopoli KLM milik Belanda. Namun, dengan dukungan negara sekalipun, kondisi mereka masih kembang-kempis.
Modifikasi Cuaca Tanpa Pawang Hujan

Modifikasi Cuaca Tanpa Pawang Hujan

Modifikasi cuaca mulanya dijajal di Texas. Raja Negeri Siam sukses merintis penyemaian awan yang lantas diikuti banyak negara, termasuk Indonesia.
Kala Soedirman Mengabdi sebagai Guru

Kala Soedirman Mengabdi sebagai Guru

Soedirman dikenal sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebelum menjadi tentara, ia adalah guru di HIS Muhammadiyah.
Orang-orang Terkenal Asal Kota Kelahiran ALS

Orang-orang Terkenal Asal Kota Kelahiran ALS

Kotanopan, kota kecamatan di Mandailing Natal ini penghasil orang-orang top. Ada jenderal, politisi, pengacara, hingga tokoh pergerakan nasional.
bottom of page