top of page

Adu Mahir Kelompencapir

Acara kesukaan Presiden Soeharto ini dituding propaganda pemerintah, tetapi dinilai membawa perubahan di pedesaan. Sempat dihidupkan kembali di tengah gempuran siaran hiburan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kru TVRI SPK Kupang berfoto bersama seusai memproduksi acara Asah Terampil Kelompencapir di Nusa Tenggara Timur. (Repro 4 Windu TVRI/Deppen).

14 Apr 2023
6 menit membaca

SETELAH menjalani serangkaian lomba, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Soetardjo memanfaatkan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kehormatan: “Produk turunan apa yang dapat dihasilkan dari ikan patin?” Peserta terlihat gugup. Maklum, yang memberikan pertanyaan adalah seorang menteri. Salah seorang dari grup C akhirnya memberanikan diri mengacungkan jari dan menjawab: “Kerupuk ikan patin dan bakso ikan patin.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page