- 23 Nov 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Feb
KERTAS A4 itu segera berwarna kecoklatan setelah “berselimut” adonan tanah liat dan air. Dengan sebilah potongan bambu, tangan Zainal Beta beberapakali mengoleskan adonan itu. Setelah hampir semua bidang kertas itu dilumuri “adonan”, Beta mengganti “senjatanya” dengan potongan bambu lebih kecil.
Sret…sret…sret! Tiga menit kemudian, kertas putih bersih itu telah menjadi sebuah lukisan tanah liat. “Ini yang saya buat, lukisan bergambar Bastion Bone,” ujarnya kepada Historia yang menghitung waktu pengerjaan sembari merekam dengan kamera ponsel, 15 Oktober 2019.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












