top of page

13 Juni 1944: Aksi Gila Michael Wittmann Si Jago Tank Jerman

Kaget dengan kedatangan pasukan Inggris yang begitu cepat, Michael Wittmann melakukan aksi gila.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bangkai tank Cromwell Inggris yang dimangsa tank Tiger Wittmann (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

13 Jun 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

HARI ini, 13 Juni 1944, 76 tahun silam. Saat sedang mengamati pemeriksaan tank-tank Tiger dalam kompinya di markas komando Desa Villers-Bocage, Prancis, SS-Obersturmfuhrer (setara letnan satu) Michael Wittmann, komandan kompi ke-2 Batalyon SS Panzer ke-101, tiba-tiba didatangi seorang prajurit sekira pukul 08 pagi. Wittmann diberitahu adanya iringan tank dan bermacam kendaraan tempur (ranpur) asing sedang melintas tak jauh dari mereka. Dari bentuknya, kata sang pelapor, ranpur-ranpur itu bukan ranpur Jerman.


“Saya segera keluar dan melihat tank-tank berjalan beriringan sekitar 150 hingga 200 meter jauhnya. Mereka merupakan (tank, redaksi) tipe Inggris dan Amerika. Pada saat yang sama saya melihat bahwa tank-tank itu disertai pengangkut pasukan lapis baja,” kata Wittmann dalam diary-nya, dikutip Patrick Agte dalam Michael Wittmann and the Waffen SS Tiger Commanders of the Leibstandarte in World War II , Vol. II.


Pikiran Wittmann langsung kacau. Dia tak pernah membayangkan pasukan Sekutu (Inggris-Amerika) datang begitu cepat dan dalam jumlah yang amat besar. Pasukan yang dilihatnya itu ternyata pasukan Divisi Lapis Baja ke-7 Inggris di bawah pimpinan Mayjen George Erskine.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page