- 31 Jan 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun
DEMI membendung operasi militer Rusia di Ukraina, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjanjikan pengiriman bantuan paket alutsista. Di dalamnya termasuk tank tempur berat M1 Abrams. Tank andal nan canggih ini diharapkan bisa jadi tulang punggung bantuan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dalam rangka membentuk dua batalyon tank. Batalyon berisi 88 unit tank itu akan diisi gabungan tank Leopard 2A6 dari Jerman dan PT-91 Twardy dari Polandia selain M1 Abrams sendiri.
Ke-31 tank M1 Abrams yang akan dikirim itu diharapkan bisa berperan besar. Pasalnya, Rusia ditengarai akan melancarkan ofensif berskala besar pada musim semi 2023.
Setelah berdiskusi dengan para pemimpin NATO medio Desember 2022 lalu dan dilanjutkan konsultasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Presiden Biden memberi lampu hijau pengiriman paket bantuan Ukraine Security Assistance Initiative (USAI). Selain 31 tank M1 Abrams, AS juga akan memberi pelatihan pada ratusan serdadu Ukraina, terutama yang akan mengawaki tank-tanknya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















