- 28 Mei 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Apr
KENDATI masih “bau kencur”, Desiré Delano Bouterse alias Dési Bouterse bukan sembarang bintara. Ketika masih berpangkat Sersan Mayor (Serma), bekas instruktur sport militer itu pada 25 Februari 1980 berani mengkudeta Presiden Henck Arron dan menggantikannya dengan dr. Henk Chin A Sen. Eks Serma Bouterse kemudian menjadi orang berkuasa di Suriname. Kudeta Bouterse itu dikenal sebagai Kudeta Sersan.
Kabar kudeta Sersan Mayor Bouterse itu sampai juga ke Negeri Belanda. Itu menggelisahkan Frederik Ferdinand Ormskerk alias Fred yang hampir berusia 57 tahun. Fred kemudian membangun komplotannya dan kembali ke Suriname. Komplotan Fred itu dianggap berusaha melakukan kudeta balasan terhadap eks Serma Bouterse.
Gerakan Fred rupanya melibatkan Johan Kasantaroeno dan Letnan Roy Bottse. Johan adalah mantan menteri yang dari nama belakangnya, Kasantaroeno, adalah keturunan Jawa. Sementara Letnan Roy Bottse adalah bekas perwira tentara. Keduanya kabur dari ibukota setelah Kudeta Sersan. Fred berhasil menghimpun pasukan lantaran konon, ada suntikan dana sebesar 30 ribu gulden dari Menteri Belanda Jan Pronk.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















