- 1 Apr 2013
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Mei
SUKARNI Kartodiwirjo bersama Adam Malik, Chaerul Saleh, dan Wikana menculik Sukarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok sehari sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peran istrinya, Nursjiar Machmoed, tak bisa diabaikan begitu saja.
“Di rumah ada dua anak. Bapak berani bilang saya begini, saya begitu itu karena di rumah ada mama. Kalau mama nggak ada, dengan anak dua, apa berani Bapak? Nggak berani,” kata Emalia Iragiliati Sukarni, putri Sukarni, dalam peluncuran bukunya, Sukarni dan Actie Rengasdengklok, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta (20/4/2013).
Namun, Emalia mengatakan dia tak pernah mendengar cerita soal pekerjaan ataupun kiprah ayahnya. Dia pernah bertanya, semisal, kenapa ayahnya dipenjara Sukarno tapi dia tak mendapat jawaban memuaskan. Ayahnya selalu menjawab singkat dan menutup kesempatan untuk bertanya lagi. Di sisi lain, orangtuanya menjadikan rumah steril dari urusan politik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















