- 1 Jan 2021
- 3 menit membaca
DUDUK dalam lembaga yang sama membuat Saifuddin Zuhri (menteri agama periode 1962-1967) menjadi dekat dengan Sukarni. Kendati telah saling kenal sejak masa pendudukan Jepang, Saifuddin dan Sukarni baru mulai dekat setelah sama-sama menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada paruh kedua 1960-an.
Kedekatan itu membuat Saifuddin tak segan mengajak Sukarni, yang disegani dalam pentas politik nasional, bercanda. Dalam sebuah kesempatan, Saifuddin sengaja melontarkan pertanyaan pada Sukarni yang selama ini membuatnya penasaran.
“Dengan nada kelakar saya tanyakan, ‘Apakah peci merah yang dikenakan di atas kepalanya itu lambang identitasnya yang antiimperialis, antimodal asing?’” kata Saifuddin dalam testimoninya untuk Sukarni, “Pejuang yang Nyaris Terlupakan”, dimuat dalam buku Sukarni dalam Kenangan Teman-Temannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















