- 24 Okt 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Mei
PADA 1952, Sukarni selaku ketua Partai Murba mengajak Husein Yusuf, jurnalis Suara FONI yang pernah menjabat sebgai Ketua Umum Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Kalimantan Timur, ke Balikpapan untuk napak tilas. Sukarni akan menemui teman-teman lamanya ketika bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM).
Lebih-kurang tiga tahun Sukarni tinggal di Kalimantan, tempat dia berkenalan dengan Yusuf. Selama di Kalimantan, ia pindah-pindah tempat untuk menghindari endusan dan penangkapan aparat PID. Aktivitas politiknya di Indonesia Muda (IM) dan Parindra yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dianggap pemerintah kolonial amat meresahkan. Akibat aktivitas politiknya itu, kata Sukarni kepada Yusuf, dia dijadikan target penangkapan.
“Dari informasi yang didapatnya Belanda telah siap untuk menangkapnya, dan akan mengasingkannya ke Boven Digul di Nieuw Guinea (sekarang Irian Jaya),” kata Yusuf dalam testimoninya, “Maidi di Kalimantan”, yang terhimpun di buku Sukarni dalam Kenangan Teman-Temannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















