- 26 Mei 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
UNESCO atau Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, menetapkan arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1960 sebagai Memory of the World atau Memori Dunia.
Duta Arsip Nasional Republik Indonesia Rieke Diah Pitaloka mengatakan berdasarkan sidang pleno Executive Board UNESCO pada 10–24 Mei 2023, arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1960 berjudul “To Build the World Anew” telah diputuskan dan ditetapkan sebagai Memory of the World.
Dengan demikian, kini terdapat tiga arsip penting berkaitan dengan sejarah Indonesia yang berkontribusi terhadap peradaban dunia dan telah ditetapkan sebagai Memory of the World. Tiga arsip yang dijuluki sebagai “Tiga Tinta Emas Abad 20” itu adalah arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955, arsip Gerakan Non-Blok Pertama di Beograd tahun 1961, dan arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1960.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















