- 26 Jul 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Apr
DENGAN radio amatir milik ayahnya, Artati Marzuki Sudirdjo berusaha terhubung dengan dunia luar. Berbekal pelajaran morse di kepanduan, ia tak kesulitan berkomunikasi menggunakan radio amatir untuk mencari sahabat pena.
“Sejak remaja Ibu menjalin hubungan dengan dunia luar melalui sahabat pena,” kata Ceniza Marzuki, putri pertama Artati Marzuki Sudirdjo, pada Historia.ID.
Artati lahir di Salatiga pada 15 Juni 1921 dan tumbuh di Bandung. Ia anak sulung dari 10 bersaudara pasangan R. Sudirdjo Djojodihardjo dengan R.A. Sumiati Reksohaminoto. Artati kecil bercita-cita menjadi pekerja di Dinas Luar Negeri meski ia menganggapnya hanya khayalan, sebab Indonesia belum merdeka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















