top of page

Asal-usul Istilah Orde Baru

Bagaimana pemerintah di bawah Jenderal Soeharto mengidentifikasi dirinya sebagai suatu masa yang lepas dari pemerintahan Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal Soeharto saat dilantik menjadi pejabat presiden oleh Ketua MPRS Jenderal TNI A.H. Nasution pada 1967. (Repro Soeharto: Ucapan, Pikiran, dan Tindakan Saya).

20 Mei 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Apr

DALAM suatu kesempatan pidato di penghujung masa kekuasaannya, Presiden Sukarno pernah berujar jengkel. Dia gerah menyaksikan banyak orang dibuat bingung dengan perkatan “Orla” dan “Orba”. Orde Lama atau Orde Baru? Pertanyaan itu kerap ditimpakan kepadanya baik oleh kalangan terdekat maupun wartawan.


“Saya akan menjawab, saya ini tidak tahu apa ini orde lama atau orde baru. Saya tidak tahu,” kata Sukarno di hadapan 120 seniman dan seniwati Sulawesi Utara di Istana Merdeka, Jakarta 14 Desember 1966. “Saya adalah, nah ini jawab saya, orde asli. Orde asli pokok tujuan sumber daripada revolusi. Dan aku menggolongkan diriku di situ.”  


Dalam buku Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Sukarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaksara suntingan Budi Setiyono dan Bonnie Triyana, Sukarno mengidentifikasi dirinya sebagai orde asli. Suatu tatanan yang terdiri dari Trikerangka Revolusi Indonesia. Ketiganya meliputi kedaulatan dari Sabang sampai Merauke; masyarakat adil dan makmur; dunia baru yang bebas dari penindasan manusia atas manusia. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page