top of page

Asal-Usul Istilah Perang Dingin

Mengapa ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet setelah Perang Dunia II disebut Perang Dingin?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bernard Mannes Baruch. (LIFE).

  • 25 Mar 2017
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 17 Apr

PADA 16 April 1947, istilah perang dingin (cold war) pertama kali digunakan untuk menyebut konflik geopolitik pasca Perang Dunia II antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. 


Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan “perang dingin”: 1. perang tanpa mengangkat senjata, hanya saling menggertak 2. suasana internasional yang sangat tegang dan bermusuhan yang diakibatkan oleh konflik ideologi antara Blok Barat (liberal kapitalis) dan Blok Timur (sosial komunis) yang berkembang setelah Perang Dunia Kedua. 


Pada akhir Perang Dunia II, penulis Inggris George Orwell telah menggunakan “perang dingin” sebagai istilah umum dalam esainya “You and the Atomic Bomb” di surat kabar Inggris, Tribune, 19 Oktober 1945, tentang hidup dalam ancaman perang nuklir dan dunia yang terpolarisasi. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page