top of page

Asal Usul Setan Gundul

Presiden Soeharto telah mengingatkan agar mewaspadai setan-setan gundul.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 8 Mei 2019
  • 3 menit membaca

Makhluk halus kembali muncul dalam politik terkini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut genderuwo untuk politisi yang suka menakut-nakuti. Kali ini, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang beberapa kali menjadi pemberitaan, menyebut setan gundul.


“Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen,” kata Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Senin (6/5/2019).


Dalam cuitan berikutnya, Andi Arief menyebut “Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat. Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak hianati rakyat.”


Siapakah kelompok setan gundul itu? Andi Arief tidak menyebutnya dengan jelas. Namun, reaksi datang dari petinggi PKS. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid merespons soal angka 62 persen. Menurutnya justru survey internal Partai Demokrat yang menyebut bahwa Prabowo menang dengan 62 persen. Andi Arief meluruskan bahwa yang benar adalah 62 persen kader Partai Demokrat mendukung pencalonan Pak Prabowo.


Setan gundul itu tentu saja bukan makhluk halus yang sebenarnya. Sejarawan Peter Boomgard menemukan sumber dari tahun 1860yang menyebut setan gundul atau gundul. H.A. van Hien dalam De Javaansche Geestenwereld (1894) menggambarkan gundul seperti seorang bocah berumur empat atau lima tahun dengan kepala gundul seperti umumnya anak Jawa. Ia memberikan kekayaan kepada tuannya.


“Jelas, ada persamaan antara gundul dan tuyul,”kata Boomgard.Gundulkemudian hilang begitu saja pada 1930-an dan 1940-an. Dan inilah saatnya tuyul memulai kariernya.”


Setan gundul yang dimaksud Andi Arief merupakan istilah politik yang pernah muncul pada masa akhir Orde Baru.


Menurut Agus R. Sardjono, disebutnya setan gundul membuat prestise hantu menjadi naik. “Kata ini digunakan untuk pihak-pihak yang membakar atau menimbulkan huru-hara, baik dalam demonstrasi maupun kerusuhan biasa,” tulis Agus dalam Bahasa dan Bonafiditas Hantu.


Istilah setan gundul pertama kali disampaikan oleh Presiden Soeharto.


Menurut laporan Peristiwa 27 Juli yang diterbitkan Institut Studi Arus Informasi (1997), pada mulanya adalah pernyataan Presiden Soeharto ketika menerima pengurus DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dua hari menjelang Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli).


Kepada Soerjadi, Ketua Umum DPP PDI dan kawan-kawannya,Soeharto mengatakan agar mewaspadai setan-setan gundul yang ikut bermain dalam kemelut PDI. Memang pernyataannya tidak menyebut secara eksplisit siapa yang dimaksud setan gundul itu. Namun, lewat Soerjadi, Soeharto agaknya menuding maksud setan gundul adalah kekuatan  antipemerintah yang bergabung dalam wadah Majelis Rakyat Indonesia (MARI).


Terbentuknya MARI memang berkaitan dengan kemelut PDI. MARI merupakan koalisi 30 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan ormas-ormas yang mendukung Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI yang terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya tahun 1993.


MARI didirikan pada 26 Juni 1996 di kantor YLBHI di Jalan Diponegoro 74 Jakarta. Pada pembentukannya hadir 60 orang wakil dari 30 organisasi, di antaranyaSukmawati Soekarnoputri, Djatikusumo, Mulyana W. Kusumah, Bambang Widjojanto, Muchtar Pakpahan, Budiman Sujatmiko, Ridwan Saidi, Yulius Usman, dan lain-lain.


Dalam pertemuan itu, MARI mencetuskan empat tuntutan yang kemudian dikenal sebagai Catur Tura (empat tuntutan rakyat): (1) Turunkan harga, tingkatkan ekonomi rakyat; (2) Basmi sumber kolusi, korupsi, dan monopoli; (3) Pecat dan adili pengkhianat dan pemecah belah bangsa; (4) Cabut paket undang-undang politik.


Menurut Muchtar Pakpahan, salah satu pencetusnya, MARI didirikan sebagai reaksi atas cara-cara pemerintah menangani konflik PDI.


Pemerintah tidak mengakui Megawati sebagai Ketua Umum PDI. Dalam Kongres PDI di Medan pada 1996, pemerintah mendukung Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Mega mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum PDI. Kubu Soerjadi yang didukung pemerintah merebut paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Jakarta pada 27 Juli 1996. Peristiwa Kudatuli itu menelan korban jiwa dan membuat beberapa aktivis mendekam di penjara.


Menurut laporan Peristiwa 27 Juli, pernyataan setan gundul dari Presiden Soeharto yang terkesan guyonan itu ternyata berdampak luas di kemudian hari.Setelah meletus peristiwa 27 Juli 1996, aktivis-aktivis LSM –tergabung dalam MARI–yang distigma sebagai setan gundul itu diburu oleh aparat. Karena, seperti halnya PRD (Partai Rakyat Demokratik), mereka bukan saja dianggap ikut bermain dalam kemelut PDI, melainkan juga dituduh sebagai penggerak terjadinya kerusuhan Sabtu kelabu itu.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page