- 8 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
SETELAH tahun 1949, tentara Koninklijke Landmacht (Tentara Kerajaan Belanda) akan dipulangkan ke Negeri Belanda. Sementara itu, Koninklijke Nederlandsche Indische Leger (KNIL, Tentara Kerajaan Hindia Belanda) akan dibubarkan. Para personel KNIL di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatra Selatan, diberi pilihan:pensiun, ikut ke Belanda, atau masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).
Sub Komando Sumatra Selatan (Subkoss) yang sebelumnya memiliki empat brigade diciutkan menjadi satu brigade. Brigade Sumatra Selatan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Bambang Utojo. Isu masuknya bekas KNIL ke APRIS di Sumatra Selatan membuat bekas pejuang kemerdekaan kecewa.
“Jumlahnya saya kira 60 persen dari seluruh TNI yang bergerilya melawan musuh dalam Perang Kemerdekaan II (maksudnya Agresi Militer Belanda II 1948, red.),” kata Alamsjah Ratu Perwiranegara dalam Perjalanan Hidup Seorang Anak Yatim.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















