top of page

Biola W.R. Supratman Punya Cerita

Cerita di balik biola asli Wage Rudolf Supratman. Saksi bisu yang musiknya mengalunkan irama jazz hingga lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Biola asli Wage Rudolf Supratman yang disimpan dengan cermat dan hati-hati di Museum Sumpah Pemuda (Randy Wirayudha/Historia)

28 Okt 2022
6 menit membaca

Diperbarui: 28 Okt

DARI sebuah ruangan bertuliskan “Gudang Koleksi”, kurator Museum Sumpah Pemuda (Muspada) Eko Septian membawa sebuah benda berselubung beludru hitam ke atas meja kerja di ruangan lain. Dengan cermat dan hati-hati, Eko yang mengenakan sarung tangan menyingkap sebuah biola tua lengkap dengan bow (stik penggesek) dari balik selubungnya.


Segenap bagian biola –dawai, upper bout dan lower bout (badan biola), chinrest (sandaran pipi), neck dan pegbox– berukuran standar 4/4 dengan panjang 36 centimeter dan lebar 20 cm itu masih sangat apik. Dari sela-sela salah satu f-holes (lubang badan depan) masih terlihat jelas sebuah marking di sisi dalamnya bertuliskan “Nicolaus Amatus fecit”.


“Memang uniknya ini biola model Nicolaus Amatus tapi bukan berarti buatan Nicolaus Amatus. Di zamannya ini biola murah. Banyak ada di pasaran. Yang bikin mahal biola ini tentunya nilai sejarahnya,” terang Eko kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page