Diperbarui: 28 Okt
DARI sebuah ruangan bertuliskan “Gudang Koleksi”, kurator Museum Sumpah Pemuda (Muspada) Eko Septian membawa sebuah benda berselubung beludru hitam ke atas meja kerja di ruangan lain. Dengan cermat dan hati-hati, Eko yang mengenakan sarung tangan menyingkap sebuah biola tua lengkap dengan bow (stik penggesek) dari balik selubungnya.
Segenap bagian biola –dawai, upper bout dan lower bout (badan biola), chinrest (sandaran pipi), neck dan pegbox– berukuran standar 4/4 dengan panjang 36 centimeter dan lebar 20 cm itu masih sangat apik. Dari sela-sela salah satu f-holes (lubang badan depan) masih terlihat jelas sebuah marking di sisi dalamnya bertuliskan “Nicolaus Amatus fecit”.
“Memang uniknya ini biola model Nicolaus Amatus tapi bukan berarti buatan Nicolaus Amatus. Di zamannya ini biola murah. Banyak ada di pasaran. Yang bikin mahal biola ini tentunya nilai sejarahnya,” terang Eko kepada Historia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















