top of page

Indonesia Raya Mengancam Belanda

Sebuah lagu mengancam kekuasan pemerintah kolonial Belanda. Peristiwa Sumpah Pemuda membuktikannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diorama Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya di Kongres Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Foto: museumsumpahpemuda.com.

28 Okt 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

MEMASUKI sidang ketiga Kongres Pemuda II, polisi rahasia Belanda makin siaga. Takut-takut kalau para pemuda mengadakan gerakan. Tetiba Ketua Panitia Kongres Sugondo Djojopuspito dihampiri Wage Rudolf Supratman, peserta kongres merangkap wartawan Sin Po.


“Bung Gondo, apakah saya dapat memperdengarkannya sekarang,” tanya Supratman yang menenteng kotak biola dan menggenggam secarik naskah lagu.


Sugondo membaca naskah lagu itu. Kalimat “Indonesia Raya” dalam lirik lagu membuatnya cemas. Dia menyerahkan naskah lagu itu kepada petinggi pemerintah kolonial yang hadir, Charles van der Plas. Van der Plas malah menyarankan supaya meminta izin kepada perwira polisi Belanda. Sugondo tak bersedia. Supratman lantas meyakinkan kawannya itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
transparant.png
bottom of page