- 26 Mei 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 24 Apr
JAM baru menunjukkan pukul 21.00 WIB. Warung Cak Sairin di Jalan H.M. Usman, Kukusan, Depok, sudah sepi. Dua pelanggan baru saja menuntaskan makan. Di etalase, hanya tersisa beberapa potong daging ayam. Agaknya peruntungan Cak Sairin (45) sedang bagus malam itu. Seorang laki-laki datang dan memesan lele terakhirnya.
“Padahal biasanya bisa sampai jam dua,” ujar Cak Sairin kepada Historia.ID di sela-sela menyiapkan pesanan.
Cak Sairin berasal dari Sukodadi, Lamongan. Bersama istrinya, Cak Sairin membuka warung pecel lele Lamongan di halaman depan rumah kontrakannya delapan tahun lalu. Dia tak sendirian. Ada sekira 15 warung pecel lele Lamongan di Jalan H.M. Usman.
“Beberapa tetangga sini juga orang Lamongan. Tetangga samping saya ini orang Lamongan. Dia punya rumah asrama kos, yang ngekos anak-anak Lamongan juga,” ujar Cak Sairin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















