top of page

Bukan Orang Biasa

Haji Agus Salim pernah membuat tertunda pemberangkatan satu kapal jamaah haji.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Haji Agus Salim (kedua dari kanan). foto: gahetna.nl

22 Agu 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

Tahun 1927. Haji Agus Salim mendapat undangan untuk mengikuti suatu konfrensi internasional di Mekah yang diselenggarakan oleh tokoh-tokoh dunia Islam kala itu. Namun karena status Agus Salim sebagai pengeritik pemerintah kolonial, para pejabat Hindia Belanda mempersulitnya mendapatkan paspor.


Namun setelah menghubungi sana sini dan berupaya keras, paspor itu pun akhirnya bisa keluar di Surabaya. Kendati demikian, Kongsi Tiga (nama kapal laut yang akan berlabuh menuju Saudi Arabia) sudah terlanjur akan bergerak dari Batavia. Karena itu dalam catatan kertas sangatlah mustahil Agus Salim bisa ikut berlabuh bersama kapal tersebut ke Mekah, mengingat jarak Surabaya-Batavia saat itu termasuk memakan waktu lama.


Mengetahui situasi sulit yang dialami Agus Salim, H.O.S. Tjokroaminoto (pimpinan Syarikat Islam) mengontak pimpinan Kongsi Tiga di Jakarta lewat telegram. Dia mengancam: jika kapal tersebut berangkat tanpa Agus Salim maka dijamin tahun depan tidak akan satu pun jemaah haji yang akan menggunakan jasa Kongsi Tiga. Ancaman itu berhasil: kapten kapal Kongsi Tiga terpaksa menunda keberangkatan selama 2x24 jam.


Agus Salim kemudian tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Batavia. Betapa kagetnya salah satu tokoh Syarikat Islam tersebut saat muncul di pelabuhan disambut dengan semacam upacara kehormatan oleh para kru kapal. Mereka berbaris rapi di sepanjang jalan menuju pintu masuk dan membuat gerakan salut ketika Agus Salim lewat di depan mereka.


Meskipun merasa penasaran dengan sambutan istimewa itu, Agus Salim tetap menahan diri untuk tidak berkata apapun. Hingga setelah berada di dalam kapal, ia pun bertanya kepada kapten kapal.


“Mengapa saya disambut dengan cara seperti itu? Bukankah saya hanya orang biasa?” ujar Agus Salim, seperti ditulis dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim.


Dengan agak jengkel, sang kapten lantas menjawab: “Kapal ini tidak akan menunda keberangkatannya selama 2x 24 jam hanya untuk menunggu orang biasa.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
 Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Tak selamanya anak selalu di bawah bayang-bayang ayahnya. Empat pembalap F1 di bawah ini  justru punya prestasi lebih tinggi.
Tak selamanya anak selalu di bawah bayang-bayang ayahnya. Empat pembalap F1 di bawah ini justru punya prestasi lebih tinggi.
Perjalanan Hamka ke Mekkah diliputi gelak tawa. Itu disebabkan prilaku para staf KBRI di Karachi yang mengaku terkena maag hingga tak menjalankan ibadah puasa.
Perjalanan Hamka ke Mekkah diliputi gelak tawa. Itu disebabkan prilaku para staf KBRI di Karachi yang mengaku terkena maag hingga tak menjalankan ibadah puasa.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Menyediakan rumah murah untuk warga tak pernah gampang. Selalu jadi beban pikiran para walikota Jakarta sejak Indonesia merdeka.
Menyediakan rumah murah untuk warga tak pernah gampang. Selalu jadi beban pikiran para walikota Jakarta sejak Indonesia merdeka.
transparant.png
bottom of page