top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita di Balik Cadas Pangeran

Cadas Pangeran diambil dari nama bupati Sumedang. Cerita keberaniannya menghadapi Daendels diragukan. Kepahlawanannya ditolak utusan Cirebon.

18 Nov 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Jalan Cadas Pangeran tahun 1910. (geheugenvannederland.nl).

  • 19 Nov 2021
  • 4 menit membaca

YANA Supriatna, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, hilang misterius di Cadas Pangeran, Sumedang, pada Selasa (16/11/2021) malam. Akhirnya, Yana berhasil ditemukan di Cirebon pada Kamis (18/11/2021) petang. Cadas Pangeran memang terkenal angker. Banyak orang bercerita mengalami kejadian menakutkan ketika melewati jalan ini. Nama Cadas Pangeran sendiri diambil dari nama Bupati Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX atau dikenal dengan Pangeran Kornel, yang berani menghadapi Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page