- 31 Mei 2012
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
PADA 8 Maret 1942, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh dan Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letnan Jenderal Hein Ter Poorten berunding dengan Panglima Tertinggi Balatentara Dai Nippon Jenderal Hitoshi Imamura di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Hasilnya, Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
Harian Asia Raya, 9 Maret 1943, memuat laporan panjang mengenai jalannya perundingan itu.
"Apakah tuan sanggup membicarakan di sini tentang menyerah atau meneruskan perang?" tanya Imamura.
"Itu tidak bisa," jawab Tjarda singkat.
"Apa sebabnya?"
"Bahwa kami sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda," kata Tjarda, "sampai pada akhir ini mempunyai hak memimpin balatentara. Tapi baru-baru ini hak tertinggi ini dijabat kembali oleh Wilhelmina."
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












