top of page

Kekejaman Tentara Jepang di Sulawesi

Kedatangan Jepang di Sulawesi menjadi mimpi buruk bagi rakyat. Banyak pemimpin pergerakan ditawan, diasingkan, hingga dihukum pancung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengangkutan tentara Jepang oleh Sekutu. (ANRI).

27 Jun 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

BARU saja berhasil mengamankan kekuasaan dari tangan Belanda, rakyat Sulawesi harus menerima kenyataan bahwa tanah airnya kembali dikuasai imperialisme asing. Kali ini upaya penjajahan datang dari negara Asia Timur yakni Jepang. Sebagai kekuatan militer baru, dengan daya tempur terbesar di Asia, Jepang menebar teror yang amat menakutkan kepada rakyat Sulawesi.


Pasukan militer Jepang pertama kali menginjakkan kakinya di Sulawesi pada Januari 1942. Wilayah Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi salah satu lokasi pendaratan paling awal tentara Jepang di pulau terbesar ke-4 di Indonesia tersebut. Mereka langsung menduduki tiga tempat utama, yakni pangkalan udara Kalawiran, pantai utara dan selatan Kota Manado, dan negeri Kema. 


Diceritakan A. Sigarlaki, dkk. dalam Sejarah Daerah Sulawesi Utara, perlawanan sempat dilakukan rakyat begitu Jepang tiba di Minahasa. Di bawah pimpinan A.B. Andu, J. E. Tatengkeng, dan tokoh lainnya, rakyat memberikan serangan-serangan ke kubu militer Jepang. Tetapi perlawanan itu dengan mudah ditumpas pasukan tempur Jepang yang persenjataannya lebih lengkap. Pusat kekuatan rakyat di Tomohon dan Tondano pun akhirnya dapat dikuasai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page