top of page

Dari Mława hingga Benteng Modlin

Kisah pilu dalam sebulan pembukaan Perang Dunia II. Tercatat sebagai pembantaian pertama oleh Nazi Jerman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayat-mayat serdadu yang berserakan di Zakroczym, korban pembantaian pertama terhadap tawanan perang oleh Jerman Nazi (Foto: ushmm.org)

29 Sep 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Sep

PUKUL enam pagi Kamis, 28 September 1939. Kapten Tadeusz Dorant, komandan Batalyon ke-3, Resimen Legiun Infantri ke-2 Polandia, tengah menyiapkan sekira 200 pasukannya yang bertahan di Benteng I Zakroczym untuk menyerahkan diri. Ia tunduk pada perintah atasannya, Brigjen Wiktor Thommée, panglima Tentara Modlin yang berbasis di Kompleks Perbentengan Modlin, 50 kilometer di utara Warsawa, Polandia.


Kala itu gencatan senjata sudah dicapai. Sehari sebelumnya, pertahanan Polandia di Modlin dikepung Armeekorps (Korps AD ke-2 Jerman) II pimpinan Generalobertst (kolonel jenderal) Adolf Strauss. Pasukan Strauss jadi bagian dari pasukan 4. Armee, Heeresgruppe Nord (AD ke-4, Grup AD Utara) yang dipimpinan Generaloberst Fedord von Bock.


Gugus tempur itulah yang menyerang Polandia dari Prusia Timur dan Pomerania Barat sejak pembukaan Perang Dunia II, 1 September 1939. Dari pusat Benteng Modlin, Brigjen Thommée mengibarkan bendera putih untuk mengindikasikan keinginannya menegosiasikan penyerahan. Pasukannya diinstruksikan untuk menghentikan tembak-menembak, termasuk di Benteng I, kantong pertahanan Modlin di ujung barat yang dikomando Kapten Dorant.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
transparant.png
bottom of page