- 3 Apr 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
TAK ada kertas tulis. Mohammad Natsir pun menulis di kertas berkepala surat “Savoy Homann Hotel”, tempat dia menginap. Dia lalu meminta Ahmad Hassan, ulama utama Persatuan Islam (Persis) yang menjabat Menteri Agama di Negara Pasundan, untuk menyampaikan suratnya kepada S.M. Kartosoewirjo. Harapannya, surat itu bisa sampai karena Kartosoewirjo menghormati Hassan.
Natsir datang ke Bandung pada awal Agustus 1949. Sebagai ketua komisi untuk penyelesaian masalah Darul Islam, dia diutus Perdana Menteri Mohammad Hatta untuk membujuk Kartosoewirjo agar mengurungkan niat mendirikan Negara Islam atau Darul Islam. Hatta sendiri sudah membujuk Kartosoewirjo tapi tak berhasil, sementara pada 6 Agustus dia bertolak ke Belanda untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












