- 13 Jul 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEKITAR tahun 1524, Sunan Gunung Jati bersama anaknya, Maulana Hasanuddin, setelah mampir sebentar di Banten, kemudian menuju Banten Girang, ibu kota Kerajaan Sunda-Banten.
Mereka segera pergi ke Gunung Pulasari yang menjulang di atas Teluk Lada. Seolah-olah gunung itu tujuan utamanya. Sebab, gunung itu merupakan wilayah Bhramana Kandali. Di sana tinggal 800 ajar-ajar (pendeta) yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun. Penting bagi mereka mendatangi gunung keramat itu untuk menaklukkan secara batin kerajaan yang mereka incar sebelum merebutnya secara militer.
Saat itu, pengaruh Pakuan-Pajajaran atas Sunda-Banten melemah. Dalam Sajarah Banten, Pucuk Umun, yang digambarkan sebagai Panembahan Banten –sama dengan raja Sunda dalam sumber-sumber Portugis– menyatakan bahwa Pakuan-Pajajaran tidak lagi dipimpin oleh seorang raja melainkan oleh sejumlah bupati.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















