top of page

Mata-mata Pembunuh Sultan Demak

Mata-mata terlibat dalam pembunuhan sultan Demak. Demi dendam dan perebutan kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ki Rangkud, seorang kajineman (telik sandi, mata-mata, atau polisi rahasia), membunuh Raja Demak, Sunan Prawata dengan keris bernama Kyai Setan Kober yang diberikan Raja Jipang Arya Penangsang. (Ilustrasi/Shutterstock).

21 Feb 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jun

PADA suatu hari di tahun 1549. Raja Jipang Arya Penangsang memberikan perintah kepada Ki Rangkud, seorang kajineman (telik sandi, mata-mata, atau polisi rahasia).


"Hai Rangkud. Bunuhlah Kakanda Pangeran Prawata. Pakailah keris pusakaku ini."


Ki Rangkud menyanggupi, menerima keris pusaka bernama Kyai Setan Kober, lalu berangkat. Ketika dia sampai di Demak, Sunan Prawata sedang sakit dan bersandar pada permaisurinya.


"Siapakah kau ini?" tanya Sunan Prawata.


Ki Rangkud menyampaikan maksud kedatangannya. "Saya utusan Pangeran Arya Penangsang, disuruh membunuh tuanku."

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page