top of page

Mata-mata Mataram dalam Penaklukan Tuban

Mataram menempatkan mata-mata di Tuban. Membuat Tuban terdesak dan akhirnya takluk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ario Bayu memerankan Sultan Agung, raja Mataram, dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo yang dirilis tahun 2018. (omahnara.blogspot.com).

26 Feb 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

JATUHNYA Wirasaba (sekarang Mojoagung) ke tangan Mataram pada 1615, membuat bupati-bupati daerah timur (Surabaya, Tuban, Japan, dan Madura), merapatkan barisan. Pada 1616, mereka berkumpul di Surabaya untuk mempersiapkan menyerang Mataram.


Dalam menentukan rute yang akan ditempuh, seorang kajineman (mata-mata) menyarankan agar mengambil jalan lewat Madiun, karena tanahnya datar, beras murah, dan banyak air. Namun, seorang mata-mata Mataram, Randu Watang, yang telah lama bekerja pada adipati Tuban, melarangnya.


"[Karena] Madiun, Jayaraga, dan Ponorogo ada di bawah kekuasaan Mataram, dan untuk melalui tempat-tempat tersebut, mereka harus bertempur berat. Ia menganjurkan untuk mengambil jalan melalui Lasem dan Pati. Nasihat yang buruk ini disetujui, dan penasihat yang baik (kajineman) itu dibunuh," tulis H.J. de Graaf, ahli sejarah Jawa, dalam Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page