top of page

Di Balik Ciuman yang Diabadikan

Aksi vandalisme menyasar monumen di Yogyakarta. Kejadian serupa juga menyasar patung sejarah di Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 Mar 2019
  • 3 menit membaca

MASYARAKAT Kota Yogyakarta digegerkan oleh aksi vandalisme yang menyasar relief Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di kompleks Museum Benteng Vredeburg. Pelakunya masih diburu polisi. Tindakan vandalisme itu diduga terjadi pada Jumat, 15 Februari 2016 dini hari.


Aksi vandalisme ternyata juga terjadi di Amerika Serikat (AS). Perilaku tak terpuji itu menyasar patung Unconditional Surrender atau biasa dikenal sebagai patung V-J Day pada Selasa, 19 Februari 2019 waktu setempat, sebagaimana dikutip ABC News, 20 Februari 2019. Sama seperti di Yogyakarta, hingga kini kasus vandalisme ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.


Patung berbentuk seorang serdadu AL AS dan seorang wanita yang tengah berciuman itu dibuat untuk merayakan kemenangan Sekutu atas Jepang di Perang Dunia II. Dalam aksi vandalisme tersebut, kaki kiri patung wanita, yang menggambarkan sosok Gretta Zimmer Friedman, seorang perawat di klinik gigi, dicoret dengan tulisan “#MeToo” berwarna merah. Ironisnya, aksi vandalisme terjadi tak lama setelah George Mendosa, sosok serdadu AL di patung itu, meninggal pada 16 Februari 2019 dalam usia 95 tahun.


Mula Foto Ikonik


Patung Unconditional Surrender dibuat Seward Johnson II berdasarkan foto lawas karya fotografer AL AS Victor Jorgensen yang menangkap pose fenomenal pada perayaan V-J Day di Times Square, 14 Agustus 1945. Kisah di balik jepretan foto itu juga merupakan aksi spontan Mendonsa.


Mendosa merupakan seorang pelaut kelas satu yang bertugas di kapal perusak USS The Sullivans (DD-537). Dia ikut serta ketika USS The Sullivans ambil bagian dalam operasi amfibi di Hollandia (kini Jayapura), medio April 1944. Sedangkan Gretta Zimmer Friedman, adalah pelarian dari Austria saat Perang Dunia II berkecamuk di Eropa dan kemudian menjadi perawat dokter gigi. Gretta wafat pada 2016 di usia 92 tahun, di Richmond, Virginia.


Custom alt text


Saat berciuman, Mendonsa dan Gretta tak saling kenal. Mereka hanya dua dari puluhan ribu manusia yang menyemut dan ikut larut dalam euforia perayaan V-J Day. Mendonsa sedang mendapat cuti tugas, pun dengan Gretta yang sedang libur dari pekerjaannya. Mendonsa spontan mencium Gretta yang kebetulan berada di sebelahnya, lalu dijepret Eisenstaedt.


Foto itu booming setelah Majalah Life menjadikannya cover dua pekan setelahnya.Life hanya menampilkan fotonya tanpa menyebut siapa kedua insan itu lantaran Eisenstaedt tak mendapatkan informasi kedua muda-mudi itu.


Di waktu hampir bersamaan, muncul pula foto serupa miliki Victor Jorgensen dengan angle sedikit berbeda. Serupa foto milik Eisenstaedt, dua pemuda di foto milik Jorgensen pun masih misterius. Selama 74 tahun Mendonsa mengklaim itu adalah foto dirinya, namun tak satu pihak pun mengakui, termasuk majalah Life.


Klaim Mendosa baru diamini banyak pihak tahun 2012, setelah Lawrence Verria dan George Galdorisi menelitinya. Hasil penelitian Verria-Galdorisi itu dibubukan Naval Institute Press dengan jugul The Kissing Sailor: The Mystery Behind the Photo That Ended World War II.


Dalam risetnya, Verria dan timnya melakukan pemindaian wajah dengan teknologi facial recognition yang kemudian diteliti ulang oleh sejumlah ahli fotografi. “Hasilnya sangat menakjubkan. Tidak diragukan lagi orang ini layak mendapat pujian sepanjang hidupnya,” ujar Verria.


Custom alt text


Pengakuan terhadap Mendonsa lebih meluas lagi setelah tim Mitsubishi Electric Research Laboratories (MERL) di Cambridge, Massachussetts, melakukan riset serupa. MERL menggunakan teknologi pemindaian wajah Leading-Edge-3-D dan hasilnya juga jadi bukti bahwa sosok pelaut di pose bersejarah itu adalah Mendonsa.


“Dengan kombinasi teknologi itu dan analisis para ahli foto, menghasilkan bukti nyata bahwa George Mendonsa, adalah pelaut dalam pose ciuman di majalah Life 1945 itu,” ungkap Robert Hariman dan John Louis Lucaites dalam No Caption Needed: Iconic Photographs, Public Culture and Liberal Democracy.


Diabadikan Lewat Patung


Foto Mendosa dan Gretta karya Jorgensen menjadi acuan Seward Johnson dalam  membuat patung Unconditional Surrender. Johnson membuat patung perunggu setinggi 7,6 meter itu atas permintaan Sarasota Season of Sculpture (kini Sarasota Sculpture Center/SSC) yang mengadakan pameran di Sarasota pada 2005.


“Direktur (SSC) Jill Kaplan merasa foto itu jadi kenangan yang paling diingat terkait perayaan V-J Day buat masyarakat Amerika. Foto tenar itu menjadi simbol abadi dalam perayaan berakhirnya perang,” tulis Susan Goldfarb yang dimuat dalam Longboat Key Life, 15 Februari 2008.


Setelah beberapa kali dibongkar-pasang untuk dipindah, pada 2015 patung Unconditional Surrender dipasang secara permanen di New York. Johnson membuat beberapa patung serupa untuk dipasang secara permanen di Civitavecchia (Italia), Sarasota (Florida), Royal Oak (Michigan), Key West (Florida), dan Bastenaken (Belgia). Patung yang dijadikan sasaran vandalisme baru-baru ini adalah patung versi kedua karya Johnson yang dipasang di Sarasota.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
29 negara di kawasan Asia Afrika, ditambah tiga negara peninjau, mengirimkan delegasinya ke Bandung, guna memenuhi undangan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika. Hotel Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat singgah para delegasi selama KAA berlangsung.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
transparant.png
bottom of page