top of page

Enam Penghargaan Lagi untuk Jagal

Jagal/The Act of Killing terus menuai pujian. Aung San Suu Kyi tak ketinggalan memberi penghargaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jagal/The Act of Killing, film karya sutradara Joshua Oppenheimer

  • 24 Jun 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

Jagal/The Act of Killing, film karya sutradara Joshua Oppenheimer, tentang perjalanan kejiwaan pelaku kekerasan massal 1965, memenangi enam penghargaan baru-baru ini. Dua penghargaan yaitu Audience Award dan The Special Jury Prize didapatkan di Sheffield Documentary Festival, Inggris, 16 Juni lalu.


Selain Sheffield Documentary Festival, Jagal juga mendapat penghargaan Grand Prize pada Biografilm Festival 2013 di Bologna, Italia; penghargaan Golden Chair dari Grimstad Short and Documentary Film Festival 2013 di Norwegia; dan Basil Wright Prize dari Royal Anthropological Institute Film Festival 2013 di Edinburgh, Skotlandia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page