- 12 Nov 2019
- 5 menit membaca
Diperbarui: 16 Apr
MASYARAKAT Yogyakarta mendapat kehormatan besar. Dua dari tokohnya ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional lewat Keppres 120/TK/Tahun 2019 pada 8 November 2019. Dr. M. Sardjito dan Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir, masing-masing diusulkan oleh Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Muhammadiyah.
KH Mudzakkir jadi satu dari tiga anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini. Selain Mudzakkir, ada A.A. Maramis dari Sulawesi Utara dan KH. Masjkur dari Jawa Timur.
Mengutip situs UII, nama Mudzakkir, salah satu penggagas Piagam Jakarta, sudah empat kali diajukan sebagai pahlawan nasional sejak 2014. Namun, selalu kandas.
Cendekiawan Muhammadiyah itu lebih banyak berkiprah membangun pendidikan di Yogyakarta selepas proklamasi. Kiprahnya selain menjadi rektor pertama UII (1948-1960), ialah mendirikan Akademi Tabligh Muhammadiyah Yogyakarta (kini Fakultas Agama Islam UMY) dan mendirikan Universitas Aisyiyah, sebagai perwujudan dari gagasan kaum perempuan berpendidikan tinggi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















