top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Djamin Gintings Sesepuh Golkar yang Tersisih

Djamin Gintings membantu kampanye pemenangan Golkar di Sumatra Utara. Setelah Golkar berjaya, Djamin Gintings didubeskan ke Kanada.

12 Agu 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ketua Sekber Golkar Mayjen TNI Djamin Gintings bersama istrinya, Likas br. Tarigan, menerima tepung tawar dari Letkol Tb. Soewandi, dalam acara syukuran sebelum berangkat menjadi duta besar untuk Kanada, 1972. (Repro Kenang-Kenangan Sekber Golkar).

Diperbarui: 12 Jan

MENJELANG Pemilihan Umum (Pemilu) 1971, Sumatra Utara (Sumut) sebagai daerah berpenduduk paling banyak di Sumatra menjadi ladang suara potensial bagi partai-partai peserta. Tiap-tiap partai mengerahkan juru kampanye terbaiknya ke daerah ini. Golongan Karya yang juga ikut pemilu untuk kali pertama mengutus salah satu pengurus pusatnya yang juga putra daerah: Mayor Jenderal Djamin Gintings. Kebetulan, di Angkatan Darat Gintings sedang “diparkir” alias tidak punya jabatan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page